Pemerintah Siapkan Satgas OMC Atasi Karhutla dan Kekeringan

  • 29 Jul 2026 13:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah membentuk Satuan Tugas khusus untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang dipicu cuaca ekstrem El Nino Godzila.
  • Satgas akan melibatkan unsur penanganan karhutla dari darat dan udara dengan memanfaatkan teknologi operasi modifikasi cuaca.
  • Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menjadi penggerak utama inisiatif penanganan bencana alam ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca ekstrem El Nino Godzila. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ia menuturkan, bahwa Satgas tersebut akan melibatkan sejumlah unsur untuk penanganan karhula baik dari darat maupun udara. Bahkan hal ini diungkapkan Menko Infra, juga meliputi Satgas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Satgas ini dijelaskan AHY, akan langsung melakukan penindakan terhadap sejumlah titik-titik panas yang berpotensi menyebabkan karhutla. Titik panas (hot spot) ini dapat menimbulkan api, karena air di permukaan tanah dan lahan gambut yang kering.

"Pemerintah juga siap dengan Satgas, baik Satgas Darat, Satgas Udara, dan termasuk dengan menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca. Operasi Modifikasi Cuaca dengan metodologi yang diharapkan bisa segera memadamkan titik-titik api," kata AHY dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Menko Infra lebih lanjut mengungkapkan, sejumlah daerah yang menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan karhutla. Sejumlah daerah itu dikatakan AHY, memiliki lahan gambut dan non-gambut yang mudah mengering disaat musim kemarau.

"Karena kita tahu di sejumlah provinsi misalnya Riau, kemudian juga Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan sejumlah provinsi lain, apakah itu yang sifatnya lahan gambut maupun yang non-gambut. Ini kerap hadir hotspot ataupun titik-titik api, yang harus segera diantisipasi," ujarnya.

Selain itu AHY juga menjelaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca, tidak hanya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. OMC dikatakannya, juga untuk memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat, di tengah cuaca panas ekstrem berkepanjangan akibat El Nino Godzila.

"Termasuk Operasi Modifikasi Cuaca untuk memastikan debit air di bendungan dan waduk, termasuk danau kita juga dalam status yang aman. Bagaimana kita memastikan ketersediaan air bersih ini bisa tetap terjamin, memastikan bendungan dan waduk memiliki debit air yang cukup untuk suplai air bersih, suplai air baku bagi masyarakat, dan juga untuk mendukung irigasi," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....