Radar AIS Perkuat Pengawasan Perairan Kaltim, Cegah Pelanggaran Kapal
- 29 Jul 2026 16:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemprov Kaltim memperkuat sistem pengawasan perairan dengan memasang radar yang terintegrasi dengan Automatic Identification System (AIS).
- Teknologi tersebut diharapkan mampu memantau lalu lintas kapal secara lebih akurat sekaligus mencegah berbagai pelanggaran di wilayah laut Kaltim.
- Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mengatakan radar tersebut merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
RRI.CO.ID, Berau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat sistem pengawasan perairan dengan memasang radar yang terintegrasi dengan Automatic Identification System (AIS). Teknologi tersebut diharapkan mampu memantau lalu lintas kapal secara lebih akurat sekaligus mencegah berbagai pelanggaran di wilayah laut Kaltim.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mengatakan radar tersebut merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Radar ini dipasanga untuk meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang beroperasi di perairan Kaltim, terutama di kawasan strategis seperti Kabupaten Berau.
"Pemprov Kaltim mendapat bantuan berupa radar. Alat ini sangat penting untuk mengontrol kapal-kapal yang masuk ke perairan laut kita, khususnya di wilayah krusial seperti Berau ini," kata Rudy di Berau, Rabu 29 Juli 2026.
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan dalam memantau pergerakan kapal. Termasuk kapal yang tidak melaporkan dokumen pelayaran kepada otoritas terkait.
Dengan integrasi radar dan AIS, identitas kapal, posisi, kecepatan, hingga arah pelayaran kini dapat dipantau secara waktu nyata (real time). Sistem tersebut dinilai akan membuat pengawasan lebih efektif serta memudahkan deteksi terhadap aktivitas kapal yang mencurigakan.
Penguatan pengawasan dinilai penting mengingat wilayah pesisir Berau berbatasan dengan jalur pelayaran internasional dan memiliki sejumlah pulau terluar yang rawan terhadap berbagai pelanggaran. Seperti penangkapan ikan ilegal maupun pengoperasian kapal tanpa izin.
Selain meningkatkan keamanan perairan, keberadaan sistem radar AIS juga diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata bahari di Kalimantan Timur. Rudy menambahkan, Pemprov Kaltim telah berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk mempercepat proses administrasi pengeluaran peralatan hibah tersebut agar radar dapat segera dipasang dan dioperasikan.
"Semakin cepat alat ini berfungsi, semakin optimal pula pengawasan yang bisa kita lakukan. Ini untuk menjaga keamanan dan kedaulatan perairan Kalimantan Timur," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....