BPBD Banten Kaji Peningkatan Status Siaga Kekeringan

  • 29 Jul 2026 05:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Derah melakukan kajian dan evaluasi kondisi kedaruratan
  • Hal ini guna meningkatkan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran dampak kemarau ekstrem

RRI.CO.ID, Banten - Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) melakukan kajian dan evaluasi kondisi kedaruratan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran dampak kemarau ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan peningkatan status siaga darurat bencana sebagai antisipasi perluasan dampak krisis air bersih dan kebakaran hutan-lahan. "Ini kami harus rapat sebetulnya, untuk penentuan status peningkatan di Banten sebagai siaga bencana," ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.

Lutfi mengaku penetapan kebijakan dalam meningkatkan status kedaruratan ini penting dilakukannya. Tujuannya agar aspek legalitas serta penanganan kebencanaan bisa dilakukan secara bersama dan menyeluruh.

"Provinsi Banten menghadapi ancaman kekeringan terpanjang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir akibat dampak El Nino hidrometeorologi. Puncak musim kering ini diprediksi akan terjadi pada Agustus mendatang," ucapnya.

Lutfi mengungkapkan untuk situasi bencana kekeringan di Provinsi Banten saat ini sudah mulai berdampak dan dirasakan masyarakat. Dampak itu sudah terjadi sejak Maret dan April.

Berdasarkan pemetaan wilayah, hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten masuk dalam zona rawan kekeringan. Kecuali Kota Tangerang yang dinilai masih aman berkat cakupan layanan PDAM yang memadai.

Selain krisis air bersih, musim kemarau panjang juga memicu lonjakan kasus kebakaran lahan dan ilalang. Di Kabupaten Tangerang, insiden kebakaran lahan sempat tercatat mencapai 20 kali dalam sehari.

Gubernur Banten, Andra Soni menuturkan bila musim kemarau ekstrem mulai memukul sejumlah wilayah di Banten. Sebanyak 140 titik yang tersebar di empat kabupaten/kota dilaporkan mengalami krisis air bersih parah akibat kekeringan yang kian meluas.

Andra mengungkapkan sejauh ini hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Banten sudah merasakan dampak kekeringan, dengan pengecualian Kota Tangerang yang belum mencatatkan data krisis air. Memasuki musim kemarau saat ini diprediksi sebagai yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir, sehingga memicu potensi kekeringan yang sangat besar.

Menurut dia, di Provinsi Banten yang mencakup empat kota dan kabupaten secara merata mulai mengalami krisis air bersih. Hanya saja, ada satu wilayah yakni Kota Tangerang belum dilaporkan mengalami dampak dari kemarau tersebut.

"Tapi yang pasti saat ini di daerah, kami sudah melakukan beberapa upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti contoh di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang sudah berikan bantuan," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....