Soal Kericuhan di Mie Gacoan Matraman Jakarta, Begini Keterangan Polisi

  • 27 Jul 2026 17:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Video kepanikan di Mie Gacoan Matraman viral setelah beredar narasi restoran diserang kelompok bersenjata tajam saat bentrokan di Jalan Tambak.
  • Polisi meluruskan informasi tersebut dengan menyatakan Mie Gacoan tidak diserang, melainkan didatangi sekelompok orang yang mencari perlindungan usai keributan.
  • Bentrokan di Jalan Tambak menewaskan satu orang, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis dan sejumlah warga mengalami kerugian akibat aksi kekerasan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebuah rekaman video memperlihatkan kepanikan di restoran Mie Gacoan, Matraman, Jakarta Pusat, Senin, 27 Juli 2026. Dinarasikan kepanikan terjadi imbas konflik sekelompok warga di Jalan Tambak yang meluas hingga kelompok berparang menyerang restoran tersebut.

Dalam rekaman video yang tersebar di threads memperlihatkan sejumlah pengunjung berteriak histeris. Mereka yang berada di dalam toko berlarian menyelamatkan diri.

Dalam unggahan tersebut, dinarasikan bahwa Mie Gacoan di sekitar Matraman sempat diserang oleh kelompok berparang. Beruntung, para pengunjung berhasil menahan pintu masuk.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung menjelaskan kejadian huru hara yang terjadi di toko Mie Gacoan. Ia mengatakan bahwa sekelompok orang tersebut datang untuk duduk-duduk setelah lahan kosong yang mereka duduki diserang warga.

"Yang di Gacoan itu bukan diserang. Tapi diduduki mereka," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin, 27 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa kejadian keributan itu merupakan rangkaian keributan yang bermula di Jalan Tambak. Keributan di Jalan Tambak sendiri dipicu percekcokan karena ada pemotor yang menggeber-geber knalpot.

Polisi mencatat satu korban tewas dan satu lainnya kritis akibat bentrokan di Jalan Tambak, Matraman, Jakarta Pusat. Dari sisi warga, seorang pedagang burger juga dilaporkan menjadi korban.

"Dari warga ada satu orang yang jualan burger itu sempat dipukul dan ada pemilik dari gerobak nasi uduk yang dirusak," kata.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan 200 pasukan gabungan kepolisian-TNI. Hal ini dilakukan untuk berjaga di sekitar Menteng hingga Jalan Matraman Raya.

"Untuk jumlah pengamanan di obyek sekitar Menteng. Sesuai keterangan semalam sekitar 200 personel gabungan dari TNI, personel Polda Metro, Polres Jakpus, dan Polsek Menteng," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....