Ratusan Orang Ditangkap Hendak Memicu Kerusuhan saat May Day Jakarta, Ini Faktanya

  • 02 Mei 2026 11:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 101 orang diamankan saat aksi May Day di DPR
  • Polisi temukan barang berbahaya dan dokumen rencana
  • Pendalaman dilakukan untuk mengungkap kemungkinan perencanaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Aksi peringatan Hari Buruh di kawasan DPR/MPR RI diwarnai penindakan aparat kepolisian. Sebanyak 101 orang diamankan karena diduga hendak memicu kerusuhan saat May Day, Jumat, 1 Mei 2026.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut penangkapan sebagai langkah pencegahan. Pihak kepolisian, kata dia, sebelumnya menerima informasi adanya potensi gangguan keamanan dalam aksi tersebut.

"Sebanyak 101 orang diamankan karena diduga akan menyusup dan memicu kerusuhan. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.

Ia menambahkan kepolisian berkoordinasi dengan YLBHI untuk memastikan hak para terduga tetap terpenuhi. Pendalaman dilakukan untuk mengungkap latar belakang serta peran masing-masing individu.

Berikut lima fakta yang diungkap kepolisian terkait dugaan perusuh dalam aksi tersebut:

1. Berasal dari Luar Jakarta

Sebagian besar dari 101 orang yang diamankan berasal dari luar wilayah Jakarta. Polisi juga menghubungi pihak keluarga untuk proses penjemputan.

"Sebagian besar berasal dari luar Jakarta dan kami menghubungi keluarga untuk menjemput. Mereka juga berada dalam usia produktif," katanya.

2. Didominasi Usia Produktif

Mayoritas yang diamankan berada pada rentang usia 20 hingga 35 tahun. Kelompok ini dinilai aktif secara sosial sehingga menjadi perhatian aparat.

Polisi masih mendalami latar belakang masing-masing individu terkait keterlibatan mereka dalam aksi tersebut. Motif dan peran masih terus ditelusuri lebih lanjut.

3. Kelompok Masih Didalami

Polisi belum memastikan apakah kelompok tersebut terorganisir atau bergerak secara sporadis. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui pola pergerakan mereka.

"Keterangan awal menunjukkan mereka datang secara parsial dan sporadis. Kami juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain di baliknya," ujarnya.

4. Barang Berbahaya Disita

Polisi menemukan botol, kain, dan bahan bakar yang diduga akan digunakan sebagai bom molotov. Selain itu juga ditemukan paku beton untuk merusak fasilitas publik.

"Barang tersebut dipersiapkan untuk menyerang petugas dan merusak fasilitas. Kami juga mengamankan ketapel, gotri, dan senjata tajam," katanya.

5. Ditemukan Dokumen Rencana Aksi

Polisi menemukan dokumen yang diduga berisi rencana aksi di lapangan. Dokumen tersebut memuat skenario pergerakan hingga potensi kerusuhan.

Temuan ini menjadi dasar pendalaman kemungkinan adanya perencanaan sebelum aksi berlangsung. Polisi terus menelusuri pihak yang terlibat dalam penyusunan rencana tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....