Pemkab Bekasi Bangun 556 Unit Bank Sampah tingkat RW

  • 26 Jul 2026 03:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemkab Bekasi berhasil membangun sebanyak 556 unit bank sampah RW di Kabupaten Bekasi.
  • Dengan keberadaan bank sampah tersebut menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah terbanyak memiliki bank sampah di Indonesia.
  • Keberadaan bank sampah diharapkan bisa mengurangi beban sampah di TPA Burangkeng dan juga memberikan nilai tambah ekonomis bagi warga Kabupaten Bekasi.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi - Pemkab Bekasi mencatat telah berhasil membangun 556 unit bank sampah tingkat RW di Kabupaten Bekasi sepanjang April 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Doni Sirait,

Menurutnya, keberadaan 556 unit bank sampah membuat Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan jumlah bank sampah terbanyak se-Indonesia. Bahkan pihaknya yakin jumlah bank sampah masih berpotensi bertambah seiring jumlah RW di Kabupaten Bekasi yang mencapai 3.000.

"Target kami satu RW satu bank sampah dan kami baru memiliki 556 unit. Sementara jumlah RW di Kabupaten Bekasi mencapai 3.000 maka jumlah bank sampah bisa terus bertambah," katanya, kepada wartawan, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia mengatakan, keberhasilan tersebut bukan karena besarnya anggaran pemerintah. Melainkan tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi.

Selain kesadaran, DLH Kabupaten Bekasi juga aktif memberikan pendampingan dengan memberikan pelatihan kepada pengurus RW. Sehingga mampu melakukan edukasi pemilahan sampah ke warga.

"Dulu orang menganggap mengumpulkan sampah itu pekerjaan yang tidak berguna. Setelah dijalankan satu hingga dua tahun, ternyata hasilnya bisa menjadi tambahan penghasilan," katanya.

Ia juga mengatakan, aktivitas mengelola sampah saat ini memiliki dampak ekonomi yang nyata. Apalagi saat ini sejumlah sampah telah memiliki pasar dan juga harga.

"Minyak jelantah yang sebelumnya dibuang ke saluran air kini dapat dijual dengan harga sekitar Rp6.000 per kilogram. Ini membuat masyarakat tertarik untuk mengumpulkan dan menjualnya sehingga selain menghasilkan nilai ekonomi juga bisa mengurangi pencemaran lingkungan," ujarnya.

Ia berharap kehadiran bank sampah bisa mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Sebab sampah sudah ditangani sejak dari tingkat hulu yakni rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....