Gubernur Bank Sentral Asia Pasifik Bahas Peluang dan Risiko Pemanfaatan AI

  • 25 Jul 2026 23:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Para Gubernur Bank Sentral kawasan Asia Pasifik berkumpul di Singapura membahas peluang dan risiko Kecerdasan Buatan (AI)
  • Pemanfaatan AI dpat meningkatkan kinerja bank sentral, tapi juga bisa menimbulkan risiko pada perekonomian dan stabilitas sistem keuangan
  • Tata kelola, pengawasan dan mitigasi risiko pemanfaatan AI harus dilakukan

RRI.CO.ID, Jakarta - Para Gubernur Bank Sentral kawasan Asia Pasifik berkumpul di Singapura membahas peluang dan risiko Kecerdasan Buatan (AI). Para gubernur bank sentral tersebut tergabung dalam Executive Meeting of East Asia-Pacific Central Banks (EMEAP).

Pemanfaatan AI dpat meningkatkan kinerja bank sentral, tapi juga bisa menimbulkan risiko pada perekonomian dan stabilitas sistem keuangan. Bank Sentral harus sigap dan adaptif dalam merespons dinamika global, serta memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab.

Untuk itu, tata kelola, pengawasan dan mitigasi risiko pemanfaatan AI harus dilakukan. "Keberhasilan adopsi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, juga pada sinergi antara manusia, proses, dan tata kelola yang baik," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dari Singapura, akhir pekan ini.

Menurut Perry, AI berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi . Terutama dalam pelaksanaan tugas bank sentral maupun sektor keuangan dalam jangka menengah dan panjang.

Implementasi AI di BI, lanjut Perry, dilakukan secara bertahap melalui penguatan kualitas data dan metadata, tata kelola dan kapabilitas. "Sumber daya manusia serta pengembangan berbagai inovasi, juga memanfaatkan AI dengan tetap menjaga kedaulatan data dan infrastruktur strategis," ucap Perry.

Para gubernur Bank Sentral menilai tata kelola AI penting untuk mengantisipasi meningkatnya risiko akibat ketergantungan pada penyedia teknologi AI. Termasuk ketergantungan komputasi awan (cloud), serta keterkaitan risiko antar lembaga keuangan dan lintas negara.

Forum EMEAP sepakat memperkuat kolaborasi regional untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan tata kelola AI. Kerja sama ketahanan siber, serta penanganan penipuan digital yang semakin bersifat lintas negara juga akan diperkuat.

Pertemuan EMEAP ke-31 dihadiri antara lain oleh Gubernur Bank Sentral Australia, Hong Kong SAR, Malausia, Jepang dan Korea. Pertemuan EMEAP tahun selanjutnya akan dipimpin Bank Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....