Jembatan Rusak, Rakit Darurat Disiapkan untuk Akses KAT Sikundo Aceh

  • 25 Jul 2026 08:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemkab Aceh Barat menyiagakan rakit darurat untuk membantu mobilitas masyarakat dan pelajar di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen.
  • Rakit tersebut disiapkan menyusul rusaknya jembatan gantung akibat banjir bandang, sehingga warga dan anak-anak sekolah mengalami kesulitan untuk menyeberangi sungai.

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyiagakan rakit darurat untuk membantu mobilitas masyarakat dan pelajar di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen. Rakit tersebut disiapkan menyusul rusaknya jembatan gantung akibat banjir bandang, sehingga warga dan anak-anak sekolah mengalami kesulitan untuk menyeberangi sungai.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Ronal di Meulaboh, Sabtu 25 Juli 2026. “Rakit ini kita pasangkan pada katrol yang terikat pada tali kabel baja, agar masyarakat dapat melintasi sungai tanpa khawatir bahaya,” katanya.

Ia menjelaskan, mekanisme penyeberangan rakit memanfaatkan dorongan arus sungai secara terukur. Dengan demikian, sarana tersebut diharapkan dapat digunakan secara aman untuk mendukung mobilitas warga, termasuk anak-anak sekolah.

Menurutnya, penyiapan rakit penyeberangan darurat dilakukan untuk memastikan akses masyarakat dan pelajar sekolah dasar (SD) di wilayah tersebut tetap berjalan dengan aman dan nyaman.

Sebelumnya, warga dan para siswa terpaksa menyeberangi sungai dengan memanfaatkan sisa-sisa jembatan kabel ayun yang rusak. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan mereka.

Teuku Ronal mengatakan rakit darurat berukuran sekitar empat meter itu dirancang khusus dengan mengombinasikan drum plastik, pelat besi, dan lantai kayu yang kokoh. “Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek agar akses vital pendidikan dan ekonomi masyarakat Sikundo tidak terputus total,” ujarnya.

Kawasan KAT Sikundo merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang pada tahun lalu. Kerusakan infrastruktur akibat bencana tersebut hingga kini masih berdampak terhadap aktivitas warga, terutama dalam hal akses transportasi dan mobilitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....