Padamkan Karhutla di Aceh Barat, BNPB Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca
- 08 Jun 2026 20:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Aceh Barat.
- Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di wilayah tersebut.
- Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan langkah tersebut dilakukan karena medan kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat.
RRI.CO.ID, Meulaboh - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Aceh Barat. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan langkah tersebut dilakukan karena medan kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat. “Mengingat sulitnya akses darat, BPBD Aceh Barat bersinergi dengan BNPB untuk memaksimalkan penanganan dari udara,” kata Teuku Ronal di Aceh Barat, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, OMC telah dilaksanakan pada 4 Juni dan 6 Juni 2026. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan intensitas curah hujan sehingga kebakaran yang telah berlangsung hampir sepekan dapat segera dikendalikan.
Menurutnya, percepatan pembasahan lahan atau rewetting secara masif sangat diperlukan. Guna memadamkan bara api yang berada di kedalaman lahan gambut dan sulit dijangkau dengan penyemprotan air secara manual.
Karhutla juga menimbulkan kabut asap yang mulai mengganggu kualitas udara dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat di Meulaboh serta kawasan sekitarnya. BPBD Aceh Barat berharap OMC dapat mencegah penyebaran api semakin meluas, terutama karena wilayah tersebut sudah cukup lama tidak diguyur hujan.
Di sisi lain, upaya pemadaman melalui jalur darat masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas personel BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat. Kemudian, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, KPH IV Wilayah Aceh, mahasiswa UKM PK Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, serta masyarakat setempat.
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari minimnya sumber air hingga lokasi kebakaran yang jauh dari jalur transportasi sehingga menyulitkan distribusi peralatan dan logistik pemadaman. “Situasi saat ini memerlukan intervensi teknologi melalui OMC agar kebakaran lahan tidak meluas dan tidak menjadi bencana kabut asap di lingkungan masyarakat,” ujar Teuku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....