Hadiri Pelantikan DPP FORKABI, Pramono Minta Pengurus Semakin Solid

  • 24 Jul 2026 18:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gubernur DKI Pramono Anung menghadiri pelantikan Pengurus DPP FORKABI periode 2026-2031 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.
  • Pelantikan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Umum Kementerian Hukum RI Risman Somantri serta sejumlah tokoh Betawi.
  • Pramono menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap DPP FORKABI.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) periode 2026-2031. Prosesi pelantikan digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Umum Kementerian Hukum RI Risman Somantri serta sejumlah tokoh Betawi. Di antaranya Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) sekaligus Gubernur DKI periode 2007-2012 Fauzi Bowo alias Foke, Ketua Umum Bamus Betawi Riano P Ahmad, dan Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto.

Hadir pula mantan Ketua DPRD DKI Jakarta dua periode Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco, Koordinator Staf Ahli Gubernur Prof. Firdaus Ali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tokoh masyarakat Betawi.

Dalam sambutannya, Pramono secara khusus menyapa Kepala Biro Umum Kementerian Hukum RI Risman Somantri yang hadir dalam acara tersebut. “Yang saya hormati Kepala Biro Umum Kementerian Hukum RI Bapak Risman Somantri, kehadiran beliau mempertegas dan memperjelas apa yang menjadi pertanyaan kita semua,” kata Pramono.

Pramono kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum DPP FORKABI H. Abdul Ghoni dan Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Pusat (MPOP) DPP FORKABI Marullah Matali. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pelantikan yang berlangsung meriah.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada pengurus FORKABI yang baru saja dilantik hari ini. Saya lihat ini pelantikan yang paling meriah,” ujar Pramono.

Ia bahkan berseloroh kepada Fauzi Bowo terkait durasi acara pelantikan yang berlangsung lebih lama dari agenda resmi di Balai Kota. Sehingga, membuat agenda Pemprov DKI berikutnya molor.

“Bang Foke, biasanya acara di Balai Kota ini tidak boleh lebih dari 45 menit. Ini dari tadi saya sudah deg-degan saja, berarti acara saya berikutnya akan bergeser semua, tapi nggak apa-apa untuk FORKABI lah,” ucap Pramono.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap DPP FORKABI. Ia berharap kepengurusan baru organisasi tersebut semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta.

“Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi atas pelantikan FORKABI. Sebagai Gubernur Jakarta, saya memang ingin betul Betawi ini kompak, rukun, bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta membangun Jakarta,” kata Pramono.

“Mudah-mudahan dengan pelantikan ini FORKABI makin solid dan makin memberikan kontribusi yang nyata,” katanya menambahka.

Budaya Betawi dan Jakarta sebagai Kota Global

Pramono mengatakan, sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Pemprov DKI berkomitmen menjadikan nilai-nilai budaya Betawi sebagai bagian penting dari wajah Jakarta. Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui penggunaan pakaian adat Betawi, seperti Ujung Serong, Kebaya Encim, dan busana khas Betawi lainnya dalam sejumlah pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Pramono, transformasi Jakarta sebagai kota global harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian dan pemajuan budaya Betawi sebagai identitas kota. Ia juga menegaskan pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, khususnya amanat mengenai pelestarian dan pemajuan budaya Betawi.

“Jangan sampai Jakarta menjadi kota global, tetapi kemudian budaya Betawinya hilang. Karena itu, bagaimana budaya Betawi ini bisa terus berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menyongsong usia 500 tahun Jakarta, Pramono menyebut Pemprov DKI akan terus memperkuat kontribusi masyarakat Betawi. Termasuk melalui program di bidang keagamaan.

“Dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta ke depan, ada dua yang ingin saya lakukan berkaitan dengan bagaimana kontribusi masyarakat Betawi untuk kotanya dalam bidang keagamaan. Yaitu, pencetakan 1.000 Alquran untuk masyarakat umum dan MTQ yang dimulai dari tingkat RT/RW,” ujarnya.

Sementara itu, Fauzi Bowo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPP FORKABI periode 2026-2031. Ia menilai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) FORKABI menunjukkan kedewasaan organisasi dalam menjunjung tinggi musyawarah sebagai salah satu nilai utama masyarakat Betawi.

“Mubes ini menggambarkan kedewasaan organisasi FORKABI dalam bermusyawarah yang merupakan ciri atau watak utama kaum Betawi. Sebagai salah satu kelompok etnis Betawi yang besar, saya berharap FORKABI dapat berada di garis depan untuk aktif membangun dan menjaga Jakarta,” kata Foke.

Ia berharap FORKABI menjadi organisasi yang terbuka dan mampu berperan sebagai motivator, dinamisator, katalisator, sekaligus perekat persatuan masyarakat Betawi. Fauzi juga berharap FORKABI mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan Jakarta.

Ia turut mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta yang memberikan ruang luas bagi masyarakat Betawi untuk mengembangkan adat dan budayanya.

Ketum Bamus Minta FORKABI Aktif Dukung Pembangunan Jakarta

Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Riano P Ahmad mengajak FORKABI mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan Jakarta. Menurut Riano, FORKABI harus menjadi bagian dari barisan yang mengawal, mengawasi, sekaligus membantu menyukseskan berbagai program strategis Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung.

“FORKABI harus bisa menjadi bagian dalam barisan yang mengawal dan mengawasi serta membantu menyukseskan program-program strategis Pemda DKI di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Pramono Anung,” ujar Riano. Ia menilai, sebagai salah satu organisasi masyarakat Betawi, FORKABI memiliki peran penting dalam pembangunan Jakarta.

Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial kemasyarakatan, tetapi juga pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.

Riano menegaskan, FORKABI harus menjadi front line atau garis depan dalam upaya pengembangan dan pelestarian budaya Betawi.

“FORKABI juga harus menjadi front line pengembangan pelestarian budaya Betawi guna menuju Jakarta kota global,” katanya. Ia berharap keterlibatan aktif FORKABI dapat memperkuat sinergi antara masyarakat Betawi dan Pemprov DKI Jakarta.

Dengan demikian, pembangunan Jakarta sebagai kota global tetap berjalan beriringan dengan pelestarian identitas dan nilai-nilai budaya Betawi.

Dalam pelantikan tersebut, Marullah Matali didaulat sebagai Ketua MPOP FORKABI. Sementara itu, H. Abdul Ghoni dilantik sebagai Ketua Umum DPP FORKABI periode 2026-2031 bersama 20 pengurus lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....