BPBD Kabupaten Tangerang Siagakan 14 Pos Krisis Air
- 23 Jul 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan 14 pos layanan kebencanaan krisis air bersih
- Hal ini untuk mengatasi dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi akibat musim kemarau ekstrem hingga September 2026 mendatang
RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan 14 pos layanan kebencanaan krisis air bersih. Hal ini untuk mengatasi dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi akibat musim kemarau ekstrem hingga September 2026 mendatang.
Kepala Pelqksana BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan penyiagaan 14 pos layanan kebencanaan ini dilakukan sebagai hasil kajian atas potensi kekeringan. Karena, diprediksi terjadi pada 20 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
"Sekitar 20 kecamatan itu mengalami dampak dari kekeringan. Ini terjadi akibat musim kemarau panjang yang diprediksi BMKG terjadi dari awal Juli hingga September," ujarnya, Kamis 23 Juli 2026.
Kendati demikian, sambung Taufik, sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Salah satunya kesiapan dukungan 14 pos pemadam kebakaran (damkar) dan bencana yang tersebar di berbagai titik wilayah kecamatan.
Menurut dia, masing-masing pos kedaruratan tersebut telah dilengkapi dengan personel serta armada mobil tangki air yang juga terintegrasi dengan fasilitas sumur air bersih. "Bantuan air bersih yang disiapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci, sementara untuk kebutuhan minum masyarakat juga terbantu oleh air mineral maupun air bersih dari kami," kata dia.
Selain menyiagakan pos kedaruratan, BPBD juga telah memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di antaranya dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Perkim) serta PDAM yang memiliki fasilitas mobil tangki dan produksi air bersih.
Langkah ini, lanjutnya, dilakukan sebagai memperkuat dukungan dalam menyediakan bantuan kedaruratan bagi masyarakat yang mulai terdampak atas kemarau ekstrem tersebut. "Koordinasi juga dijalankan bersama Dinas Pertanian guna mengantisipasi dan menyiapkan solusi bagi para petani yang terancam gagal panen akibat kekeringan lahan pertanian," ucapnya.
Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang Hadi Fauzi menambahkan dampak kemarau ekstrem di Kabupaten Tangerang, Banten, semakin meluas. Hingga hari sedikitnya enam kecamatan mengalami krisis air bersih.
Hadi mengatakan permohonan bantuan tersebut berasal dari delapan desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Panongan, Curug, Kelapa Dua, Sukadiri, Kronjo, dan Mekar Baru. "Untuk Delapan desa itu ada, Kecamatan Panongan Panongan, Kecamatan Curug itu di Kelurahan Curug Kulon, Kelapa Dua itu Bojong Nangka, Kecamatan Sukadiri itu di Desa Gintung, Desa Kosambi, di Kecamatan Kronjo itu ada di Desa Muncung, dan Kecamatan Mekar Baru ada di Desa Jenggot dan di Desa Dadap Dalam," kata Fauzi.
Menurut Hadi, dari seluruh permohonan yang masuk, PMI baru dapat memenuhi kebutuhan di dua kecamatan. Masing-masing wilayah menerima bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter, sementara permohonan dari wilayah lainnya masih menunggu jadwal distribusi.
"Baru dua kecamatan yang baru disuplai. Nanti kita lagi penjadwalan untuk kecamatan yang sudah mengajukan surat," ujarnya.
Hadi memastikan PMI akan terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau masih berlangsung. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari penugasan PMI Pusat yang dijadwalkan berlangsung hingga Mei 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....