Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih, Pelayanan Kesehatan Puskemas Terganggu

  • 23 Jul 2026 09:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyatakan wilayahnya mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau
  • Dampaknya bukan hanya lima kecamatan mengalami kekeringan, juga mengganggu pelayanan kesehatan

RRI.CO.ID, Tangerang – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Tangerang, Banten, tidak hanya menyebabkan lima kecamatan mengalami kekeringan. Namun, hal itu juga telah mengganggu pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Rabu 22 Juli 2026. “Kondisi tersebut diprediksi berlangsung hingga September 2026,” ujarnya.

Taufik mengatakan sejumlah desa dan kelurahan telah mengajukan bantuan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan warga. “Saat ini baru lima kecamatan yang mengalami krisis air bersih,” ujarnya.

Di antaranya Kecamatan Curug, Kecamatan Panongan, Kecamatan Legok, Kecamatan Jambe, dan Kecamatan Tigaraksa. Wilayah-wilayah tersebut sebelumnya masuk ke dalam pemetaan BPBD sebagai zona rawan kekeringan selama musim kemarau.

Salah satu fasilitas kesehatan yang mengalami krisis air bersih di Kabupaten Tangerang adalah Puskesmas Panongan. Pegawai puskesmas, Jainal Abidin, mengatakan hal itu telah berlangsung selama dua pekan.

“Keterbatasan sumber air menjadi penyebab sulitnya memperoleh pasokan air bersih,” ucapnya. Menurut Jainal, selama ini pihaknya hanya mengandalkan sumber air sumur karena lingkungan sekitarnya mengalami kekeringan.

Untuk menunjang operasional, Puskesmas Panongan memerlukan sekitar 7.000 liter air bersih setiap hari. Ini diperlukan untuk menunjang pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan pasien hingga tindakan medis seperti persalinan.

“Kami saat ini terpaksa menghemat penggunaan air agar pelayanan tetap berjalan,” kata Jainal. “Air bersih sangat diperlukan untuk pelayanan kesehatan, terutama nanti untuk bersalin dan lain sebagainya.”

Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih ke Puskesmas Panongan. “Hal ini sesuai permintaan kepada kami,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang, Hadi Fauzi

Menurut dia, pihaknya akan kembali mendistribusikan air bersih apabila menerima permintaan lanjutan dari Puskesmas Panongan. “Kalau nanti kembali membutuhkan, akan dikomunikasikan kembali,” ujarnya.

Hadi menambahkan PMI siap menyalurkan bantuan air bersih apabila ada permintaan dari fasilitas kesehatan maupun permukiman warga terdampak. “Saat ini permintaan yang masuk baru dari dua kecamatan yaitu Mekar Baru dan Curug, dan kami siap melayani,” kaatanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....