Kabupaten Tangerang Rawan Kebakaran, 11 Titik dalam Satu Hari

  • 24 Jul 2026 02:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kabupaten Tangerang menjadi wilayah yang rawan kebakaran akibat kemarau ekstrem
  • Sejumlah peristiwa yang menjadi amukan si jago merah mulai tempat pembuangan sampah, ilalang hingga lahan terbuka

RRI.CO.ID, Tangerang - Kabupaten Tangerang menjadi wilayah yang rawan kebakaran akibat kemarau ekstrem. Sejumlah peristiwa yang menjadi amukan si jago merah mulai tempat pembuangan sampah, ilalang hingga lahan terbuka.

"Sebelas kali terjadi kebakaran lahan terbuka atau ilalang dan sampah. Ini sepanjang hari ini di Kabupaten Tangerang," ujar Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara, Kamis, 23 Juli 2026.

Dia mengaku kebakaran terjadi sejak pagi hingga pukul 16.00 WIB, tercatat ada sebelas peristiwa kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi di Kabupaten Tangerang. "Hampir seluruh petugas damkar (pemadam kebakaran, Red) keluar dari pos untuk memadamkan kebakaran," ucapnya.

Agung merinci titik kebakaran sampah di Sentra Kosambi, Desa Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi; kebakaran sampah di Simpang Bitung, Curug Wetan, Kecamatan Curug dan kebakaran sampah di Jalan Gili Miring, Desa Kampung Rahayu, Teluknaga. Kemudian, kebakaran lahan di Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya serta kebakaran lahan di Jalan Kampung Bugel, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan.

"Ditambah lagi kebakaran lahan di Kampung Munjul, Desa Cileles, Tigaraksa; kebakaran lahan di Desa Cikasungka, Kecamatan Solear; kebakaran lahan di gudang Desa Telagasari, Kecamatan Cikupa. Lalu kebakaran lahan di Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo," kata Agun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik membenarkan. Dia juga menuturkan potensi krisis air bersih sebagai dampak kemarau ekstrem di Kabupaten Tangerang, Banten, semakin meluas hingga ke 20 kecamatan.

Di sisi lain, lahan pertanian pada 15 kecamatan telah mengalami kekeringan dan gagal panen. “Menurut hasil kajian, memang di Kabupaten Tangerang berpotensi untuk terjadinya bencana kebakaran, puting beliung, serta kekeringan,” ujarnya.

Meski begitu, Taufik menegaskan pihaknya telah bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan pasokan air bersih bagi warga terdampak. Menurut dia, BPBD Kabupaten Tangerang melakukan pendataan rinci terhadap zona rawan kekeringan.

Ini dilakukan agar bantuan dan suplai air bersih dapat disalurkan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. “Kami terus mengantisipasi sambil berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk mendukung kegiatan ini,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....