Pemkab Bantul Larang Warga Bakar Sampah Cegah Kebakaran di Musim Kemarau
- 22 Jul 2026 23:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemkab Bantul melarang warga membakar sampah dan sisa pertanian selama musim kemarau untuk mencegah kebakaran lahan.
- BPBD Bantul menyiagakan tujuh mobil pemadam dan 110 personel untuk mempercepat penanganan kebakaran.
- Masyarakat diminta segera melapor melalui hotline jika menemukan titik api atau potensi kebakaran.
RRI.CO.ID, Bantul - Pemerintah Kabupaten Bantul mengimbau warga tidak membakar sampah selama musim kemarau. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran di saat cuaca panas.
Hal ini ditegaskan Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Imron, dalam program Kentongan Pro 3 RRI. Ia mengatakan ancaman kebakaran meningkat seiring cuaca kering berkepanjangan.
"Wilayah Imogiri dan Dlingo sudah mengalami beberapa kejadian kebakaran lahan," ujarnya, Rabu, 22 Juli 2026. Kondisi kering ini, lanjutnya, diperkirakan berlangsung hingga September 2026, sesuai perkiraan BMKG.
Untuk mengantisipasi kebakaran, BPBD telah menyiapkan tujuh mobil pemadam di tujuh pos sektor. Selain itu, sebanyak 110 personel juga disiagakan selama 24 jam.
"Target respons kami sekitar 15 menit setelah laporan masyarakat diterima," kata Mujahid. Menurutnya, armada pemadam kebakaran juga telah diservis sejak awal tahun untuk menghadapi berbagai medan.
Selain melarang warga membakar sampah, BPBD juga meminta masyarakat tidak membakar sisa hasil pertanian. "Kami melarang masyarakat melakukan pembakaran sisa pertanian karena mudah memicu kebakaran," ucapnya.
Angin kencang, lanjutnya, membuat api cepat menyebar ke lahan sekitar. “Kalau sudah menyebar (kebarakannya-red), akan sulit dipadamkan,” kata Mujahid.
Selain siaga kebakaran, BPBD Bantul saat ini juga tengah menangani dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Distribusi air bersih terus dilakukan ke daerah yang sumber airnya mengering.
BPBD mengajak masyarakat segera melapor jika sumber mata airnya mulai mongering. Ia mengajak masyarakat untuk melapor melalui hotline yang telah disediakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....