Cegah Kebakaran, Satpol PP Bengkulu Selatan Imbau Warga Sediakan APAR

  • 21 Jul 2026 16:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu Selatan - Terhitung dari bulan Januari 2026 hingga bulan Juli 2026 sudah ada 16 peristiwa kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bengkulu Selatan. Sebagian besar kebakaran yang terjadi ini dipicu oleh atau korsleting listrik.

Selain itu ada juga faktor lainnya yakni, kelalaian manusia saat menggunakan api maupun peralatan rumah tangga. Faktor ini juga masih menjadi penyebab yang cukup mendominasi.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bengkulu Selatan, Efredy Gunawan mengatakan dengan adanya kasus-kasus kebaran tersebut mendorong pihaknya untuk memperketat upaya pencegahan. Termasuk mewajibkan setiap toko, perkantoran, perusahaan dan bangunan usaha memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Untuk kasus kebakaran di Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun ini sudah ada 15 persitiwa. Nah kami sangat berharap masyarakat dapat meyediakan,” ujar Kepala Satpol PP dan Damkar kepada RRI Senin 20 Juli 2026.

Penyediaan APAR menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko kebakaran. Penyediaan APAR perlu disesuaikan dengan luas bangunan serta tingkat risiko kebakaran di lokasi tersebut.

Keberadan APAR dirancang untuk memadamkan api saat kebakaran masih dalam tahap awal. Tindakan cepat dengan menggunakan APAR ini dapat mencegah api menyebar lebih luas.

“APAR sangat penting sebagai langkah awal pencegahan terjadinya kebakaran. Khusunya bagi bangunan yang dinilai rawan terhadap kebakaran seperti rumah padat penduduk, pertokoan, dan tempat usaha,” katanya.

Kepala Satpol PP dan Damkar meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan kompor gas maupun instalasi listrik di rumah. Warga diimbau tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala saat keluar rumah dan memastikan seluruh peralatan listrik yang tidak digunakan telah dimatikan untuk menghindari korsleting.

Selain itu, lantaran musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran pada lahan kosong, kebun hingga kawasan hutan. Masyarakat juga diminta untuk tidak membakar sampah di lahan terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan.

Rumput dan semak yang mengering akibat cuaca panas sangat mudah terbakar. Sehingga percikan api sekecil apa pun dapat memicu kebakaran yang lebih besa

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....