JIAT Pulau Yamdena Rampung, Petani Berpeluang Panen Tiga Kali Setahun
- 21 Jul 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU menyelesaikan pembangunan JIAT di 13 titik Pulau Yamdena sebagai bagian Inpres Nomor 2 Tahun 2025 Tahap III
- Petani Desa Latdalam kini berpeluang meningkatkan panen dari satu kali menjadi tiga kali setahun berkat ketersediaan air
- Proyek senilai Rp24,4 miliar tersebut mencakup rumah pompa, sumur bor, menara air, pompa panel surya, dan jaringan pipa
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian PU menyelesaikan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) pada 13 titik Pulau Yamdena, Kepulauan Tanimbar, Maluku. Pembangunan tersebut menjadi pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 Tahap III untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pembangunan JIAT menjamin ketersediaan air saat musim kemarau akibat El Nino. Dengan keandalan sistem irigasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
"Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air, sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Namun, ia menekankan pengembangan JIAT harus dilengkapi jaringan saluran tersier sesuai kondisi morfologi setiap lahan.
Langkah tersebut bertujuan memastikan distribusi air berlangsung lebih efektif hingga menjangkau seluruh lahan pertanian. Dengan demikian, manfaat pembangunan sumur dan pompa air tanah dapat dirasakan petani secara maksimal.
Saat ini, manfaat pembangunan JIAT telah dirasakan petani Desa Latdalam, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melalui peningkatan ketersediaan air pertanian. Anggota Poktan menyebut cakupan layanan seluas 108 hektare didukung jaringan irigasi sepanjang 10,8 kilometer yang memperlancar aktivitas penanaman.
Ia mengatakan, sebelum adanya pembangunan JIAT, petani di Desa Latdalam umumnya hanya mampu melakukan panen satu kali setahun. Kini, ketersediaan air yang lebih terjamin memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali panen.
"Satu tahun kemarin itu kami cuma panen satu kali. Dengan adanya air dan sumur bor ini, kami selaku petani akan berusaha melaksanakan panen tiga kali setahun," kata Anggota Kelompok Tani (Poktan) Desa Latdalam, Curcil B Watumlawar.
Pembangunan JIAT Pulau Yamdena ini dilaksanakan PT Hutama Karya menggunakan dana APBN 2025 sebesar Rp24,4 miliar. Proyek tersebut meliputi pembangunan rumah pompa, sumur bor, menara air, pompa panel surya, serta jaringan pipa.
Selain menjaga ketersediaan air, Kementerian PU terus memperkuat jaringan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian nasional. Pada Tahun Anggaran 2025, upaya tersebut dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi utama di 69 lokasi.
Kementerian PU juga meningkatkan jaringan irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) pada 441 lokasi. Selain itu, pelaksanaan Inpres Percepatan Pembangunan Irigasi dilaksanakan di 69 lokasi pada berbagai daerah.
Pemerintah juga membangun JIAT di 45 lokasi selama Tahun Anggaran 2025. Berbagai program tersebut diharapkan meningkatkan keandalan layanan irigasi sehingga pasokan air pertanian tetap terjaga menghadapi musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....