BNPB: Banjir di Tapanuli Tengah Berangsur Surut

  • 19 Jul 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mulai berangsur surut pada Minggu, 19 Juli 2026
  • Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (18/7), sehingga menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga
  • Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir berdampak pada tujuh kelurahan yang tersebar di empat kecamatan

RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mulai berangsur surut pada Minggu, 19 Juli 2026. Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (18/7), sehingga menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir berdampak pada tujuh kelurahan yang tersebar di empat kecamatan. Yakni Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.

"Wilayah terdampak banjir meliputi tujuh kelurahan. Ini di empat kecamatan yaitu Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik," kata Abdul Muhari.

Saat banjir terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim gabungan melakukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.

Sebanyak 145 warga Kelurahan Sipange mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange.

Pemerintah daerah juga telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi. Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih melakukan pendataan terhadap dampak dan kerugian akibat banjir serta tetap bersiaga di lokasi.

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem meski saat ini memasuki musim kemarau. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatra Utara masih berpotensi mengalami hujan.

Ini dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan akibat pengaruh aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin (shearline). Dan suhu muka laut yang masih hangat sehingga mendukung pembentukan awan hujan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....