Banten Dilanda Kekeringan 415 Titik, Tangerang Rawan Kebakaran
- 15 Jul 2026 03:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 415 titik kekeringan berpotensi melanda wilayah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten
- Puncak musin kemarau akibat penimena El Nino terjadi pada Agustus 2026 mendatangan
RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 415 titik kekeringan berpotensi melanda wilayah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten. Pasalnya, puncak musin kemarau akibat penimena El Nino terjadi pada Agustus 2026 mendatangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan terdapat 415 titik di Banten yang berpotensi mengalami kekeringan. Kabupaten Pandeglang menjadi daerah paling banyak dibandingkan dengan daerah lainnya.
Lutfi merinci Kabupaten Pandeglang sebanyak 111 titik, Kabupaten Lebak 109 titik, Kabupaten Tangerang 101 titik dan Kabupaten Serang 64 titik. Kemudian Kota Tangerang Selatan 14 titik, Kota Serang 12 titik serta Kota Cilegon empat titik.
Lutfi memperkirakan daerah yang pertama merasakan dampak El Nino berada di wilayah pesisir Utara Banten. "Wilayah yang paling berpotensi terdampak berada di bagian utara Banten, mulai dari Kabupaten Serang hingga kawasan Tangerang Raya," ujarnya Selasa 14 Juli 2026.
Sementara, lanjutnya, terdapat dua sektor utama yang paling terancam, yaitu pertanian dan ketersediaan air bersih bagi warga. "Sektor pertanian menjadi yang paling rentan karena lahan persawahan diperkirakan mengalami puso (gagal panen, Red)," ucapnya.
Selain ancaman krisis air dan gagal panen, pihaknya juga menyoroti meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau. Pola ancaman kebakaran ini terbagi menjadi dua kategori wilayah, yakni Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan potensi terbesar di wilayah Banten Selatan.
Kemudian, sambung Lutfi, kebakaran permukiman dengan potensi terbesar diprediksi terjadi di kawasan padat penduduk Tangerang Raya. "Kalau kebakaran itu diprediksi terjadi di Tangerang Raya," kata dia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mencatat sebanyak 25 wilayah kecamatan masuk dalam zona rawan terjadinya musibah kebakaran lahan, gedung hingga kekeringan selama musim kemarau. "Potensi kebakaran, baik lahan ilalang, gedung, maupun lapak limbah-limbah yang dikoordinir oleh pengusaha limbah," ujar Taufik.
Ia mengatakan berdasarkan hasil pemetaan pada riwayat kejadian kebakaran terdapat kawasan industri, pergudangan dan lapak limbah. Lokasinya seperti berada di Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Curug, Tigaraksa, Cikupa dan sekitarnya.
Pasalnya, kata Taufik, kategori lokasi tersebut sangat rentan terbakar akibat suhu panas ekstrem pada musim kemarau ini. "Terutama wilayah-wilayah industri dan pergudangan, serta wilayah yang banyak limbah, di antaranya di Kosambi, Teluknaga, Cikupa, Curug, Tigaraksa," ujarnya.
Dia menjelaskan selain ancaman kebakaran, dampak kemarau ekstrem pada tahun ini atau kerap diistilahkan sebagai El Nino Godzilla yang akan melanda wilayah kecamatan juga memicu terjadinya kekeringan. Baik penukiman warga maupun pertanian.
Meskipun demikian, hingga saat ini baru satu kecamatan di Kabupaten Tangerang yang secara resmi dilaporkan mengalami krisis air bersih dan telah mendapatkan penanganan. "Yang kelihatan saat ini kekurangan air bersih itu baru di Kecamatan Curug dan kita sudah bantu distribusi air bersih di wilayah itu, kita selalu stay petugas-petugas kita dengan armadanya," kata Taufik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....