Biaya Operasional Bus Sekolah Tangerang Selatan Membengkak Rp1 Miliar
- 12 Jul 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Biaya operasional bus sekolah gratis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membengkak hingga Rp1 miliar
- Hal ini akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
RRI.CO.ID, Tangerang - Biaya operasional bus sekolah gratis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membengkak hingga Rp1 miliar. Hal ini akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat menjelaskan kenaikan harga BBM mulai terasa sejak April 2026. Kondisi tersebut membuat perhitungan anggaran yang telah disusun pada awal tahun tidak lagi sesuai dengan harga di lapangan.
Ayep mengatakan penyusunan anggaran 2026 sebelumnya mengacu pada Standar Satuan Harga (SSH) BBM sebesar Rp15.000 per liter. Dengan asumsi tersebut, anggaran yang tersedia saat itu diperkirakan hanya mampu mencukupi kebutuhan operasional hingga Agustus 2026.
"Kita sempat kelimpungan juga karena yang kita anggarkan di 2026 itu dengan SSH Rp15.000. Kita hitung dengan kenaikan yang ada waktu itu, anggaran bensin hanya sampai dengan bulan Agustus saja," ujarnya, Minggu 12 Juli 2026.
Untuk mengantisipasi terganggunya operasional armada setelah Agustus, Dishub kemudian melakukan pergeseran anggaran dari sejumlah kegiatan internal yang belum dilaksanakan. Kebijakan tersebut diambil agar kebutuhan BBM seluruh armada tetap terpenuhi hingga akhir tahun.
"BBM itu (selisihnya, Red) sekitar 400 juta sekian lah, sudah kita lakukan pergeseran. Jadi insyaallah sampai akhir tahun 2026 aman untuk BBM-nya," kata Ayep.
Sebelum terjadi kenaikan harga BBM, kebutuhan anggaran bahan bakar bus sekolah gratis di Kota Tangsel berkisar Rp700 juta per tahun. Namun, dengan harga Pertamina Dex yang kini mencapai sekitar Rp30.000 per liter, Dishub memperkirakan kebutuhan anggaran BBM sepanjang 2026 melonjak hingga mendekati Rp1 miliar.
"Setahun itu sekitar, kalau dengan sekarang itu sekitar hampir Rp1 miliar dengan kondisi 30 ribu ya. Kalau normalnya sekitar 700 sekian lah," ucapnya.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan membenarkan kenaikan harga BBM berdampak pada membengkaknya biaya operasional bus sekolah gratis di Kota Tangsel. Pihaknya harus melakukan pergeseran anggaran sebesar sekitar Rp400 juta pada APBD 2026 agar layanan transportasi bagi pelajar tetap berjalan hingga akhir tahun.
Pilar mengaku langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan layanan bus sekolah gratis yang selama ini dimanfaatkan para siswa. Menurut Pilar, pihaknya telah menginstruksikan Dishub Kota Tangsel untuk segera melakukan penyesuaian anggaran agar operasional armada tidak terkendala akibat lonjakan harga BBM.
"Kami sudah menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan pergeseran-pergeseran anggaran dulu, supaya bus sekolah gratis ini bisa beroperasional setahun full. Jadi tidak ada alasan bus sekolah tidak beroperasi gara-gara tidak ada bensin," kata Pilar.
Ia memastikan pembengkakan biaya operasional tersebut tidak akan dibebankan kepada masyarakat. Layanan bus sekolah tetap diberikan secara gratis sebagai bagian dari pelayanan publik Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....