Semeru 8 Kali Erupsi Sehari, Letusan Tertinggi 900 Meter

  • 12 Jul 2026 22:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gunung Semeru Jawa Timur mengalami delapan kali erupsi sepanjang Minggu 12 Juli 2026.
  • Letusan tertinggi tercatat mencapai 900 meter di atas puncak.
  • Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

RRI.CO.ID, Jember - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami delapan kali erupsi sepanjang Minggu 12 Juli 2026. Letusan tertinggi tercatat mencapai 900 meter di atas puncak.

Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.50 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke tenggara.

Aktivitas erupsi kemudian kembali terjadi pada pukul 06.23 WIB, 09.24 WIB, 12.55 WIB, 15.51 WIB, 16.39 WIB, 18.29 WIB, dan erupsi kedelapan pada pukul 19.00 WIB. Letusan terakhir menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 900 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian 4.576 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis, Minggu 12 Juli 2026.

Hingga kini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga). Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah. Atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujar Liswanto.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang bermuara dari Besuk Kobokan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....