Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Erupsi dan Gempa Letusan

  • 08 Jun 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih didominasi erupsi dan gempa letusan
  • Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami sejumlah erupsi dan aktivitas kegempaan sepanjang Senin, 8 Juni 2026
  • Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, selama periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan yang masih terjadi secara intensif

RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih didominasi erupsi dan gempa letusan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami sejumlah erupsi dan aktivitas kegempaan sepanjang Senin, 8 Juni 2026.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, selama periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa letusan yang masih terjadi secara intensif. "Tercatat 16 kali gempa letusan dengan amplitudo 13 hingga 22 milimeter dan durasi 69 hingga 122 detik selama enam jam terakhir," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian.

Selain gempa letusan, Gunung Semeru juga mengalami empat kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 3 milimeter dan durasi 31 hingga 110 detik. Aktivitas lainnya meliputi dua kali gempa embusan dengan amplitudo 2 hingga 6 milimeter serta lima kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, Gunung Semeru terpantau jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang dan tinggi sekitar 100 hingga 300 meter di atas puncak.

"Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah. Ini dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut," ujarnya.

Sigit menjelaskan, Gunung Semeru juga tercatat mengalami lima kali erupsi sejak pukul 05.25 WIB. Tinggi kolom abu pada beberapa erupsi teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak.

Sementara itu, erupsi yang terjadi pada pukul 11.16 WIB menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak. Atau mencapai ketinggian 4.376 meter di atas permukaan laut.

Saat ini status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah. Atau puncak Gunung Semeru karena berpotensi terkena lontaran material pijar," ucapnya.

PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, aliran lava, dan banjir lahar di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....