Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter
- 28 Jun 2026 19:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi
- Di mana tnggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Minggu siang
- Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 11.37 WIB
RRI.CO.ID, Lumajang - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi. Di mana tnggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Minggu siang.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 11.37 WIB. Tinggi kolom abu mencapai 4.676 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu. Ini dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan," kata Mukdas, Minggu, 28 Juni 2026.
Ia menjelaskan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 170 detik. Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas erupsi telah terjadi sebanyak empat kali pada Minggu.
Erupsi pertama berlangsung pukul 05.35 WIB, namun visual letusan tidak teramati. Peristiwa tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18 milimeter dan durasi 108 detik.
Erupsi kedua terjadi pukul 06.32 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak yang mengarah ke barat laut. Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 09.11 WIB tanpa visual letusan yang teramati.
Sebelum erupsi keempat berlangsung pada pukul 11.37 WIB dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak. Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara. Sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan Sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berpotensi terdampak lontaran material pijar.
Petugas juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat. Serta anak-anak sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....