Organisasi Masyarakat Desak BGN Buka Data Dampak MBG
- 12 Jul 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Organisasi masyarakat mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Selain menyoroti MBG, KARAT kembali menegaskan komitmennya mengawal implementasi Pasal 33 UUD 1945 melalui penguatan ekonomi kerakyatan
RRI.CO.ID, Jakarta – Organisasi masyarakat mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya dilakukan oleh organisasi Komite Almamater Rakyat Teritorial (KARAT).
Tranparansi yang diinginkan melalui publikasi data pertumbuhan gizi, serapan ekonomi lokal, dan penyerapan tenaga kerja di daerah. Desakan tersebut disampaikan dalam Manifesto 27 Tahun KARAT di Bogor, Jawa Barat.
Ketua Umum KARAT, Bungas T. Fernando Duling, mengatakan kepemimpinan baru BGN perlu memastikan program MBG berjalan secara akuntabel. Terlebih setelah adanya proses hukum yang menjerat mantan pimpinan lembaga tersebut.
“Transparansi menjadi kunci untuk mengukur efektivitas program strategis nasional itu. Kami mengusulkan sedikitnya tiga indikator yang dipublikasikan secara berkala,” kata Nando lewat keterangannya, Minggu, 12 Juli 2026.
Tiga indikator tersebut yakni, statistik pertumbuhan gizi penerima manfaat, Kemudian data serapan ekonomi lokal. Serapan ekonomi lokal sebagai pemasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta data penyerapan tenaga kerja lokal.
“Jika ketiga indikator tersebut berjalan baik, maka integrasi rantai pasok dengan Program Koperasi Desa Merah Putih. Dan juga cmemberi dampak langsung bagi ekonomi masyarakat,” kata Nando.
Selain menyoroti MBG, KARAT kembali menegaskan komitmennya mengawal implementasi Pasal 33 UUD 1945 melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Organisasi tersebut juga menyatakan akan terus mengawal penyelesaian konflik agraria.
KARAT juga memperkenalkan arah baru organisasi melalui tiga strategi utama. Yaotu riset dan live-in di desa, penguatan gerakan ekstraparlemen sebagai kontrol sosial, serta pengawalan implementasi Asta Cita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....