TPA Jatiwaringin Masih Berstatus Darurat, BNPB Siaga Armada

  • 12 Jul 2026 02:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masih memberlakukan status darurat bencana TPA Jatiwaringin hingga 14 Juli 2026
  • Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi menyatakan pihaknya tetap menyiagakan dukungan personel dan armada udara

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masih memberlakukan status darurat bencana TPA Jatiwaringin hingga 14 Juli 2026. Walaupun, progres padaman diklaim telah 100 persen ditangani.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menyampaikan kedaruratan kebencanaan akan tetap berlaku selama 14 hari kedepan. Hal ini sebagai langkah penuntasan pengendalian kebakaran oleh petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Sesuai arahan BNPB, kami masih akan melakukan penyiraman dalam upaya pembahasan kepada seluruh lokasi-lokasi yang ada di TPA Jatiwaringin. Untuk saat ini kondisi kebakaran dengan beberapa titik dipadamkan hingga 100 persen," ujarnya, 11 Juli 2026.

Maesyal mengaku setelah dilakukan survei diseluruh lokasi, baik sektor barat maupun timur hingga ke puncak timbunan. "Alhamdulillah, sudah tidak ditemukan lagi asap dan api," ucapnya.

Maesyalpun menyatakan status darurat bencana belum dapat dipastikan apakah akan diperpanjang atau berakhir 14 Juli 2026 mendatang. "Nanti akan kita lihat setelah tanggal 14, apakah perlu diperpanjang atau kondisinya sudah landai seperti sekarang," kata dia.

Sementara Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi menyatakan pihaknya tetap menyiagakan dukungan personel dan armada udara. Tujuannya untuk membantu penanganan kebakaran apabila dibutuhkan oleh pemerintah daerah.

"Jadi armada-armada kami, udara, bila dibutuhkan oleh Pak Bupati atau kepala ‎daerah lain. Siap untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan maupun TPA, kami siap membantu," ujarnya.

Dalam hal ini BNPB juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah daerah yang memiliki TPA sampah untuk meningkatkan langkah mitigasi selama musim kemarau.

"Dan juga ke depan, ini juga sebuah pembelajaran buat kita semua," ucapnya.

Dia menegaskan yang mempunyai TPA-TPA untuk memitigasi potensi kebakaran seperti yang terjadi di TPA Jatiwaringin. "Mulai untuk pembasahan dan lain sebagainya, karena cuaca menurut perkiraan BMKG ini sangat panas dan ekstrem," kata Riswandi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....