Tingkatkan Literasi dan Kreativitas, Pemkot Bekasi Bangun Perpustakaan Modern
- 10 Jul 2026 23:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemkot Bekasi membangun Perpustakaan Daerah modern di Jalan Sultan Agung sebrang Grand Mall Bekasi dengan target selesai akhir tahun 2028.
- Perpustakaan dirancang inklusif dengan konsep Digital Library, ruang interaktif, videotron, area taman, ruang anak, dan akses khusus penyandang disabilitas termasuk koleksi buku Braille.
- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menekankan perpustakaan bukan hanya tempat membaca tetapi pusat literasi, ruang diskusi, kolaborasi, dan working space yang menginspirasi generasi muda melalui pemanfaatan teknologi digital.
RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Pemkot Bekasi tengah membangun Perpustakaan Daerah berkonsep modern di Jalan Sultan Agung sebrang Grand Mall Bekasi. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2028 mendatang.
Menurut Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, Perpustakaan Daerah tidak hanya berkonsep modern namun juga inklusif. Dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital saat ini.
Ia mengatakan, perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi berkembang sebagai ruang belajar, berdiskusi, berkolaborasi. Hingga working space yang nyaman, khususnya bagi generasi muda.
"Perpustakaan tersebut juga akan mengusung konsep Digital Library dengan koleksi buku fisik dan digital, ruang interaktif, videotron, area taman, ruang anak. Serta desain bangunan yang memaksimalkan pencahayaan alami agar lebih efisien dalam penggunaan energi," katanya, saat meninjau proses pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Kota Bekasi, Jumat, 10 Juli 2026.
Tri mengatakan, pembangunan perpustakaan juga menjadi jawaban atas aspirasi generasi muda Kota Bekasi yang selama ini menginginkan perpustakaan modern. Yang didukung fasilitas lengkap, koleksi buku yang memadai, mudah dijangkau, serta menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan mengembangkan kreativitas.
“Kami ingin menghadirkan perpustakaan yang bukan hanya tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat literasi, ruang diskusi, ruang kolaborasi. Serta ruang yang mampu menginspirasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.
Selain mengedepankan konsep modern, gedung perpustakaan juga dirancang inklusif dengan menyediakan akses bagi penyandang disabilitas. Oleh karena itu perpustakaan akan dilengkapi jalur khusus, lift, serta koleksi buku Braille.
"Saat ini proses perencanaan masih terus disempurnakan. Pemkot Bekasi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan agar perpustakaan yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan warga," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....