Pemkab Bekasi Sambut Baik Penetapan Seni Ujungan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

  • 10 Jul 2026 07:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Seni Ujungan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan pada 3 Juli 2026.
  • Pemkab Bekasi akan mengintegrasikan Seni Ujungan ke dalam agenda rutin pariwisata melalui festival budaya dan pertunjukan di tingkat kecamatan dan kabupaten.
  • Penetapan ini memberikan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan berkelanjutan serta memperkuat identitas budaya lokal Bekasi di tingkat nasional.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyambut baik penetapan Seni Ujungan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan. Penetapn tersebut resmi diumumkan pada 3 Juli 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, capaian ini bukan sekadar penghargaan. Melainkan langkah awal untuk memastikan warisan budaya lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, pengakuan dari pemerintah pusat menegaskan bahwa seni Ujungan bukan hanya milik masyarakat Bekasi. Tetapi, telah menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga keberlanjutannya.

"Status Warisan Budaya Takbenda merupakan bentuk pengakuan negara terhadap eksistensi Ujungan sebagai budaya yang khas, unik, dan memiliki nilai sejarah. Ini sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah untuk memberikan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan secara berkelanjutan," katanya, melalui keteranganya, Kamis, 9 Juli 2026.

Ia mengatakan, Seni Ujungan akan direncanakan menjadi bagian agenda rutin pariwisata Kabupaten Bekasi. Yakni, melalui festival budaya maupun berbagai pertunjukan di tingkat kecamatan dan kabupaten.

"Dengan demikian, tradisi tersebut tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya. Tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang memperkuat identitas daerah," katanya.

Iman berharap masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan Ujungan. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan pemerintah, melainkan membutuhkan rasa memiliki dari seluruh warga.

"Masyarakat harus bangga terhadap budayanya sendiri. Ayo kita jaga Seni Ujungan agar tetap hidup dengan menonton, mendukung sanggar, memperkenalkan kepada anak-anak dan promosi lewat media sosial," ujarnya, mengakhiri keterangannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....