Jabar Kekeringan, Kabupaten Bekasi Terdampak Paling Parah
- 31 Jul 2026 08:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kekeringan di Jawa Barat melanda sejumlah kota dan kabupaten di wilayah tersebut.
- Data BPBD Jawa Barat kekeringan di Jawa Barat terjadi 93 kecamatan yang tersebar di 207 desa dan kelurahan dan 15 Kabupaten atau Kota.
RRI.CO.ID, Kota Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebut sejumlah wilayah di Jawa Barat mengalami kekeringan dampak El Nino. Keringan telah melanda. 15 kota atau kabupaten, 93 kecamatan yang tersebar di 207 desa dan kelurahan.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten AME mengatakan, Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang terdampak paling parah. Pasalnya, Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan bantuan distribusi air bersih terbanyak, yakni sekitar 2,2 juta liter.
Sedangkan daerah lain yang juga mengalami kekeringan parah yaitu Kabupaten Bogor. Daerah ini menerima bantuan distribusi air bersih hingga 800 ribu liter.
"Yang paling banyak (distribusi air) adalah Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bekasi distribusi airnya sudah sampai dengan 2,2 juta liter air, kemudian Kabupaten Bogor sekitar 800 ribu liter," katanya, melalui keteranganya, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia mengatakan, selama kekeringan melanda Jawa Barat, sebanyak 4,2 juta liter air bersih telah didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan. Sehingga kebutuhan warga akan air bersih tetap bisa tercukupi.
Menurut Teten, jika dibandingkan beberapa tahun terakhir dampak kekeringan tahun 2026 ini lebih besar. Hal ini akibat pengaruh dari fenomena El Nino yang menimpa sebagian wilayah di Indonesia salah satunya Jawa Barat.
"Fenomena ini karena diakibatkan oleh El Nino. Jadi kekeringan di Jawa Barat lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya
Teten berharap betul jumlah daerah terdampak kekeringan di Jawa Barat tidak bertambah. Mengingat kemarau belum mencapai puncaknya.
"Di tahun 2023 hampir 26 kabupaten atau kota terdampak sampai November. Mudah-mudahan sekarang cukup 17 kabupaten atau kota saja, tidak usah bertambah lagi," ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....