Badan Geologi Turunkan Status Gunung Awu Menjadi Waspada

  • 08 Jul 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tingkat aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada
  • Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan penurunan status tersebut berlaku mulai Rabu, 8 Juli 2026, pukul 13.00 WITA
  • Berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Awu pada 1–7 Juli 2026, terekam 116 kali gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 16 kejadian per hari

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tingkat aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan penurunan status tersebut berlaku mulai Rabu, 8 Juli 2026, pukul 13.00 WITA.

"Tingkat aktivitas Gunungapi Awu diturunkan dari Level III menjadi Level II. Seiring dengan terjadinya penurunan aktivitas gempa vulkanik secara signifikan," kata Lana, Rabu, 8 Juli 2026.

Berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Awu pada 1–7 Juli 2026, terekam 116 kali gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 16 kejadian per hari. Lalu 17 kali gempa vulkanik dalam, 445 kali gempa tektonik jauh, serta satu kali gempa terasa skala I MMI.

Lana menjelaskan aktivitas kegempaan tersebut menurun dibandingkan kondisi pada Mei 2026. Selain itu, hembusan asap kawah terpantau stabil dan tidak terlihat melewati puncak gunung.

Berdasarkan data deformasi menggunakan instrumen tiltmeter, akumulasi tekanan magma pada kedalaman dangkal di tubuh Gunung Awu juga terpantau berkurang. Meski status aktivitas telah diturunkan, Badan Geologi tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan kegempaan secara tiba-tiba, terutama rentetan gempa vulkanik.

Potensi bahaya yang dapat terjadi di kawasan puncak meliputi erupsi magmatik, erupsi freatik. Hingga pembongkaran kubah lava apabila tekanan dalam sistem magmatik kembali meningkat.

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Awu. "Masyarakat direkomendasikan agar tidak memasuki wilayah dan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Awu demi menjaga keselamatan," ujar Lana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....