SPAM Nganjuk Dikembangkan, PU Targetkan Layanan Air Lebih Merata

  • 11 Apr 2026 21:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU menyiapkan pengembangan SPAM untuk meningkatkan akses dan kualitas air minum di Nganjuk
  • Dody Hanggodo menegaskan penyediaan air bersih menjadi prioritas pemerintah
  • Pengembangan SPAM meliputi sumur bor, jaringan pipa, menara air, serta didukung program sanitasi Sanima

RRI.CO.ID, Nganjuk — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan air minum bagi masyarakat di Kabupaten Nganjuk.

Pengembangan SPAM ini juga difokuskan pada wilayah yang masih mengalami keterbatasan pasokan air. Karena distribusi air dinilai belum menjangkau seluruh masyarakat secara optimal.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penyediaan air bersih menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya upaya ini dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Yang utama adalah airnya dulu tersedia dengan kualitas yang baik. Setelah itu baru kita tingkatkan layanan sanitasi. Harapannya ke depan kondisi masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Menteri Dody pada keterangan tertulis, Sabtu 11 April 2026.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan air secara efisien dan berkelanjutan. Menurutnya, air merupakan sumber daya terbatas yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

“Air adalah sumber daya yang terbatas, kita harus menggunakannya secara efisien agar tetap tersedia bagi generasi mendatang. Jangan sampai nanti anak cucu kita kesulitan air karena kita boros hari ini,” katanya.

Sebelumnya, layanan air minum di wilayah tersebut telah didukung melalui program PAMSIMAS di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Ngetos. Program ini telah melayani 346 sambungan rumah atau sekitar 1.835 jiwa, namun distribusi air masih dilakukan secara bergilir.

Untuk meningkatkan layanan, Kementerian PU melalui BPBPK Jawa Timur merencanakan pengembangan SPAM di Desa Oroo-Oro Ombo. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan, kontinuitas, dan kualitas distribusi air bersih bagi masyarakat.

Kepala BPBPK Jawa Timur Denny Kumara menjelaskan pembangunan mencakup satu unit sumur bor dengan pompa berkapasitas 2,5 liter per detik. Selain itu, juga dilakukan pemasangan jaringan pipa transmisi sepanjang 157 meter serta pembangunan menara air sebagai penunjang distribusi.

“Pengembangan SPAM ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan layanan air minum yang saat ini belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat desa. Sekaligus meningkatkan kontinuitas dan kualitas distribusi air bersih,” ujar kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) tersebut.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong peningkatan layanan sanitasi melalui program Sanimas. Upaya ini diharapkan mampu mendukung terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....