Kementerian PU Percepat Perbaikan Jembatan Pascabencana di Aceh

  • 08 Jul 2026 00:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU mempercepat penanganan permanen jembatan terdampak bencana untuk memulihkan konektivitas di Aceh
  • Progres pembangunan Jembatan Lawe Mengkudu I, Jembatan Lumut, dan Jembatan Ulee Langa terus menunjukkan kemajuan
  • Kementerian PU juga menangani ruas jalan nasional, jembatan, dan titik longsor guna mendukung mobilitas serta distribusi logistik

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan permanen sejumlah jembatan terdampak bencana di Provinsi Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan konektivitas wilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga kemantapan jalan nasional di wilayah Aceh. Menurutnya, aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

"Perbaikan dilakukan agar jembatan kembali aman dilalui. Sehingga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa, 7 Juli 2026.

Penanganan permanen tersebut dilaksanakan melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh di sejumlah lokasi. Salah satunya pembangunan Jembatan Lawe Mengkudu I di Kabupaten Aceh Tenggara yang dapat menghubungkan ke wilayah Gayo Lues.

Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan Jembatan Lawe Mengkudu I ini telah mencapai 83,72 persen. Untuk jembatan lama yang rusak akibat bencana diganti dengan konstruksi baru yang lebih kokoh dan aman.

Sementara itu, pembangunan permanen Jembatan Lumut di Kabupaten Aceh Tengah juga terus dipercepat pemerintah. Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 73,80 persen.

Pekerjaan difokuskan pada penyelesaian pasangan batu di sisi jalan pendekat sebagai pengaman konstruksi jembatan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan stabilitas konstruksi sekaligus melindungi badan jalan dari potensi kerusakan.

Di Kabupaten Aceh Utara, pembangunan permanen Jembatan Ulee Langa juga terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 1 Juli 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 72,79 persen.

Pekerjaan yang berlangsung meliputi proses curing beton serta fabrikasi besi pelat injak sebagai penyelesaian konstruksi. Tidak hanya itu, Kementerian PU juga menangani sejumlah ruas jalan nasional terdampak bencana di berbagai wilayah Aceh.

Penanganan dilakukan pada 13 ruas jalan nasional di Koridor Lintas Timur serta dua ruas Lintas Barat. Sementara itu, di Lintas Tengah Aceh, sebanyak 13 jembatan dan 322 titik longsor telah tertangani secara fungsional.

Dari 13 jembatan tersebut, sebanyak 10 jembatan akan ditangani secara permanen sepanjang tahun 2026. Pekerjaan juga mencakup penguatan lereng dan tebing sungai untuk meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur kembali terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....