Kementerian PU Bangun Infrastruktur Wanam, Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

  • 07 Jul 2026 12:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU membangun infrastruktur jalan dan sumber daya air di Wanam untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat
  • Pembangunan melalui KSPEAN mencakup jaringan irigasi, pengendalian banjir, serta jalan penghubung di Kabupaten Merauke
  • Pemerintah juga mendampingi masyarakat agar infrastruktur mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun infrastruktur jalan dan sumber daya air di Wanam, Papua Selatan. Pembangunan tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.

Pengembangan dilakukan melalui Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Kabupaten Merauke. Program tersebut juga diarahkan membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan di Wanam tidak hanya berfokus pada penyelesaian infrastruktur fisik. Menurutnya, pembangunan harus menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

"Di Wanam, kita tidak sedang membangun jalan dan saluran air semata. Kita sedang membuka jalan hidup baru bagi masyarakat," kata Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Dody, infrastruktur sumber daya air dan konektivitas menjadi fondasi penting mendukung kawasan pertanian produktif. Ia mengatakan, air dan akses jalan menjadi penentu tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

"Kalau airnya ada, lahan bisa hidup. Kalau jalannya terbuka, hasil panen bisa keluar," ucapnya.

Dody mengatakan, pembangunan infrastruktur harus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif. Menurutnya, manfaat pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya terlihat dari pembangunan fisik.

Untuk mendukung kawasan tersebut, Kementerian PU membangun jaringan irigasi, pintu air, drainase, serta pengendalian banjir. Infrastruktur tersebut disiapkan guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian selama proses pengembangan kawasan.

Kementerian PU juga membangun Jalan Wanam-Muting sepanjang 138,5 kilometer untuk memperkuat konektivitas kawasan. Selain itu, pemerintah membangun koridor Merauke-Kaliki-Nakias-Bade dan Wogikel-Wanam guna memperlancar mobilitas masyarakat.

Hingga awal Juli 2026, pembangunan infrastruktur sumber daya air telah mencapai progres sebesar 27,36 persen. Sementara itu, pembangunan jalan dan konektivitas telah mencapai progres sekitar 22 persen.

Sementara itu, Kepala Kampung Wanam Kosmas Sirilus Dawi Gaise mengatakan, pembangunan mulai mengubah cara pandang masyarakat terhadap mata pencaharian. Menurutnya, pertanian kini dipandang sebagai peluang meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga.

"Dulu kami pikirannya masih berburu dan mencari ikan, sekarang masyarakat mulai terbuka wawasannya. Kami melihat pertanian ini bisa jadi pekerjaan, hasilnya bisa kami makan sendiri dan dijual, kampung diharapkan berubah membaik," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke Nonce Saman mengatakan, pemerintah akan mendampingi masyarakat setelah pembangunan selesai. Ia menyebut pendampingan dilakukan agar infrastruktur dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.

"Kami tidak hanya menyelesaikan pekerjaan konstruksi, tapi juga akan mendampingi masyarakat, mengajarkan cara mengelola air irigasi dan bertani bersama. Harapannya, masyarakat di sini bisa menjadi petani yang mandiri, perekonomiannya meningkat, dan pembangunan ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang," kata Nonce.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....