Pemerintah Tegaskan Program Cetak Sawah untuk Kesejahteraan Masyarakat Papua

  • 05 Jul 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Program Cetak Sawah di Papua Selatan merupakan aspirasi masyarakat
  • 2. Program Cetak Sawah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  • 3. Produksi pertanian meningkat dengan adanya Program Cetak Sawah

RRI.CO.ID, Merauke - Pemerintah terus mempercepat pengembangan Papua Selatan sebagai lumbung pangan nasional melalui pembangunan kawasan pertanian modern berskala besar. Saat ini, Papua Selatan menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru nasional.

Upaya pembangunan kawasan pertanian modern berskala besar, mulai dari pembukaan lahan atau cetak sawah, penyediaan alat dan mesin pertanian. Selanjutnya pembangunan infrastruktur pascapanen disiapkan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan salah satu program untuk pembangunan kawasan pertanian modern adalah cetak sawah. Menteri Amran menegaskan program cetak sawah merupakan aspirasi dari masyarakat dan memastikan program dengan kepentingan masyarakat.

"Program Cetak Sawah ini merupakan aspirasi masyarakat. Seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat," ujar Amran, dalam keterangan tertulis dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Minggu, 5 Juli 2026.

Pemerintah telah mengembangkan Program Cetak Sawah diatas lahan seluas 83.030 hektare. Dari total tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah.

Selanjutnya dari total lahan yang menjadi pengembangan program cetak sawah, tersebut, diantaranya 53.499 hektare optimalisasi lahan. Atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan yang dipersiapkan sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun pada 2026, untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai sarana dan prasarana pertanian, mulai dari penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan).

Anggaran juga untuk pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Pengembangan kawasan ini menjadi bagian dari transformasi menuju sistem pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.

"Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih. Pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden," kata Mentan.

Pemanfaatan teknologi pertanian di Merauke mampu meningkatkan produktivitas gabah menjadi 4 hingga 7 ton per hektare dari sebelumnya 3 ton per hektar. Pemanfaatan teknologi pertanian tersebut seperti traktor, drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, dan berbagai peralatan modern lainnya.

Pemerintah menargetkan peningkatan indeks pertanaman dari sebelumnya dua kali tanam per tahun menjadi tiga kali tanam. Sehingga produksi pangan nasional terus bertambah secara berkelanjutan.

Mentan Amran juga mengatakan peningkatan produktivitas tersebut turut berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Berdasarkan data pemerintah daerah, pendapatan petani di kawasan pengembangan meningkat hingga 300 persen setelah memanfaatkan program cetak sawah dan mekanisasi pertanian.

Para petani juga antusias mengusulkan penambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru untuk memperluas areal produksi pangan di Papua Selatan. Tingginya animo tersebut, karena pertani di Papua Selatan telah merasakan manfaat keberadaan cetak sawah baru.

Pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi kawasan pertanian yang saat ini sekitar Rp1,3 triliun dapat meningkat hingga Rp13 triliun per tahun. Kondisi tersebut terealisasi apabila produktivitas mencapai 7 ton per hektare dan indeks pertanaman meningkat menjadi tiga kali tanam setiap tahun.

Amran mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan. Kemudian sektor pertanian sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

"Mari kita bekerja keras, berkolaborasi. Menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan, bertanu sejahtera," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....