Kementerian PU Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi El Nino di Jawa Barat

  • 07 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU memperkuat mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino 2026 di Jawa Barat
  • Pemerintah membentuk Satgas Antisipasi El Nino dan menyiagakan 290 personel untuk menjaga layanan sumber daya air
  • Kementerian PU mengoptimalkan bendungan, jaringan irigasi, serta menyiapkan 58 unit peralatan menghadapi musim kemarau

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino 2026 di Jawa Barat. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, antisipasi dilakukan sejak menjaga pasokan air mendukung ketahanan pangan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antisipasi El Nino lintas unit organisasi. Menurutnya, dampak El Nino tidak hanya mengancam sektor pertanian, tetapi juga layanan penyediaan air bersih.

"Untuk mengantisipasi El Nino, kami membentuk Satgas karena yang terdampak tidak hanya irigasi dan sawah yang kekeringan. Tetapi mungkin di beberapa titik SPAM dan bendungan juga akan mengalami kekeringan," kata Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa, 7 Juli 2026.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BBWS Cimanuk Cisanggarung mengoptimalkan sistem mitigasi melalui Unit Pengelola Prasarana Pengendali Banjir dan Kekeringan (UP3BK). Sistem tersebut mengintegrasikan pemantauan bendungan, layanan call center, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta koordinasi lintas instansi.

Sebanyak 290 personel disiagakan selama musim kemarau untuk menjaga prasarana sumber daya air tetap berfungsi optimal. Pemantauan dilakukan setiap hari pada sembilan bendungan, 33 embung, 23 situ, 25 bendung, serta jaringan irigasi.

Hingga 30 Juni 2026, volume tampungan sembilan bendungan mencapai sekitar 1,10 miliar meter kubik air. Kondisi tersebut dinilai masih mampu mendukung kebutuhan air irigasi sekitar 136.254 hektare selama musim kemarau.

Kementerian PU juga terus memperkuat jaringan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian menghadapi musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui rehabilitasi, peningkatan jaringan irigasi, serta pembangunan jaringan irigasi air tanah.

Selain itu, BBWS Cimanuk Cisanggarung juga mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). Metode tersebut mengatur pemberian air secara berselang agar penggunaan air lebih efisien tanpa mengurangi produktivitas tanaman.

Kementerian PU juga menyiapkan 58 unit peralatan untuk mengantisipasi dampak kekeringan di berbagai wilayah. Peralatan tersebut meliputi excavator, mobil tangki air, pompa, mesin bor, hingga peralatan survei geolistrik.

Berbagai peralatan itu akan mendukung distribusi air bersih, pembangunan sumur bor, serta penyiraman lahan pertanian. Kementerian PU memastikan mitigasi El Nino dilakukan sejak dini melalui pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang terintegrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....