Minim Bibit Awan, BMKG Belum Bisa Bantu Pemadaman TPA Jatiwaringin

  • 04 Jul 2026 15:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG belum dapat melakukan modifikasi cuaca karena potensi pertumbuhan awan masih sangat minim di puncak musim kemarau
  • Prakiraan BMKG menunjukkan wilayah Jatiwaringin belum berpotensi hujan hingga sepekan ke depan
  • BPBD Kota Tangerang menyatakan proses pemadaman terkendala angin kencang dan api yang membakar hingga bawah timbunan sampah

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum dapat melakukan modifikasi cuaca untuk membantu pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin. Kondisi tersebut disebabkan minimnya potensi pertumbuhan awan di tengah puncak musim kemarau.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian Lingkungan Hidup. Namun, hingga kini kondisi atmosfer belum mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

"Memang hingga saat ini, potensi cuaca untuk pertumbuhan awan ini masih sangat-sangat minim karena berada di puncak musim kemarau. Sehingga sampai saat ini kami masih belum bisa membantu dengan upaya modifikasi cuaca," kata Budi saat dialog bersama Pro3 RRI, Sabtu, 4 Juli 2026.

Ia menjelaskan modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan apabila potensi bibit awan hujan belum terbentuk. Menurutnya, operasi tersebut bukan bertujuan menciptakan hujan dari kondisi atmosfer yang benar-benar kering.

"Jadi modifikasi cuaca ini tidak akan bisa berhasil kalau tidak tersedia potensi awannya. Karena modifikasi cuaca ini bukan membuat hujan," ujarnya.

Budi mengatakan prakiraan BMKG menunjukkan wilayah Jatiwaringin belum memiliki potensi hujan hingga sepekan mendatang. Namun, kata dia, BMKG tetap memantau perkembangan atmosfer untuk mengantisipasi kemungkinan terbentuknya bibit awan hujan.

"Sampai dengan sepekan ke depan untuk wilayah Tangerang, khususnya di wilayah Jatiwaringin, memang kondisinya cerah berawan. Tidak ada terlihat potensi hujan sedikit pun," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan proses pemadaman masih terus dilakukan bersama sejumlah instansi. Menurutnya, petugas menghadapi tantangan angin kencang meski pasokan air untuk pemadaman telah tersedia.

"Pastinya memang angin cukup kencang, tapi tadi juga kita Alhamdulillah sudah bisa menyelesaikan sumber air. Karena kita sudah dapatkan air dengan unit kita," ujarnya.

Mahdiar mengatakan api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menjalar hingga ke bagian bawah timbunan sampah. Karena itu, lanjutnya, petugas harus membongkar tumpukan sampah sebelum melakukan penyemprotan air.

"Kalau kita lihat di lapangan, pastinya itu sudah sampai area bawah, makanya walaupun tidak ada api di atas, hanya asap. Itu harus tetap kita bongkar supaya lebih cepat dan diyakinkan sudah tidak ada lagi api di dalamnya," katanya.

Ia menambahkan hingga kini, petugas terus menyisir area utara TPA Jatiwaringin sambil memantau perkembangan kebakaran setiap hari. Selain itu, BPBD Kota Tangerang juga akan menyesuaikan jumlah personel berdasarkan kondisi yang berkembang di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....