Selain ISPA, Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Batuk-Muntah

  • 04 Jul 2026 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Selain terserang penyakit saluran napas akut (ISPA), warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang mengalami batuk dan muntah
  • Hal tersebut dampak asap serta aroma bau yang sangat menyengat hingga kepemukiman warga

RRI.CO.ID, Tangerang - Selain terserang penyakit saluran napas akut (ISPA), warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang mengalami batuk dan muntah. Hal tersebut dampak asap serta aroma bau yang sangat menyengat hingga kepemukiman warga.

"Batuk ringan, muntah. Baunya sudah mendampaki hingga kepemukiman warga," ungkap Mimi Kettri, warga perumahan Griya Artha di Kecamatan Rajeg, Jum'at 3 Juli 2026.

Ibu satu anak balita itu menyebutkan buah hatinya sempat dirawat ke rumah sakit akibat terpapar asap kebakaran. Setiap hari anaknya harus minum obat, jenisnya banyak.

Mimi menyebutkan jarak kediamannya dari TPA Jatiwaringin sekitar 2,5 kilometer. Kepulan asap yang terbawa angin membuat komplek perumahan tertutup asap pekat.

Usai sang buah hati menjalani perawatan medis kini dirinya pilih mengungsi. Hotel dianggap menjadi lokasi pengungsian paling aman untuk proses pemulihan kesehatan anaknya.

"Nafas itu engap. Tenggorokan berasa sakit, itu saya yang udah dewasa, gimana anak-anak coba," kata Mimi.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga terkena gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Hal itu diduga akibat terdampak asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang luasnya 33 hektar.

"Yang sudah kita periksa sejak Selasa 30 Juni 2026 malam lebih kurang 154 warga. Mayoritas itu penyakit ISPA," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Rabu 1 Juli 2026.

Hendra mengatakan dari total 154 jiwa yang teridentifikasi ISPA ini mayoritasnya merupakan kelompok ibu hamil (bumil) dan balita. Dimana, mereka saat ini telah dilakukan penanganan medis untuk pemulihan fisiknya.

Dari temuan ratusan jiwa yang terdampak ISPA tersebut satu pasien diantaranya dilakukan perawatan intensif. "Ada satu kasus, yaitu ibu hamil kita rujuk ke RSUD untuk dilakukan penanganan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....