Gubernur Banten Ungkap Faktor Cuaca Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin

  • 03 Jul 2026 07:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gubernur Banten Andra Soni, Andra Soni mengungkapkan bila faktor cuaca yang menjadi penyebab kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang
  • Suhu panas yang lebih panjang karena saat ini memasuki musim kemarau

RRI.CO.ID, Tangerang - Gubernur Banten Andra Soni, Andra Soni mengungkapkan bila faktor cuaca yang menjadi penyebab kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Suhu panas yang lebih panjang karena saat ini memasuki musim kemarau.

"Jadi penyebab kebakaran itu karena faktor cuaca yang saat ini panasnya lebih panjang, karena masuk musim kemarau. Itu seperti yang dikatakan oleh BMKG, jadi musim kemarau ini suhunya lebih panas," ujar Andra, Kamis 2 Juli 2026.

Oleh sebab itu, Andra meminta kepada kota/kabupaten agar menyediakan fasilitas alat pemadam disetiap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. Tujuannya sebagai memitigasi terjadinya insiden kebakaran akibat cuaca ekstrim.

"Ya, nanti harus kita pikirkan disetiap TPA yang ada di Provinsi Banten, wajib harus punya alat pemadam. Karena, kebakaran ini bukan hanya Jatiwaringin, tapi juga pernah terjadi di TPA Rawa Kucing (Kota Tangerang, Red) dan juga di Bandung," kata dia.

Ia mengatakan dengan adanya alat pemadam di TPA, maka akan memudahkan petugas dalam membasahi gunungan sampah. Sebab, didalam tumpukan sampah itu, ada gas metana yang sewaktu-waktu bisa membuat api membesar.

"Karena kan memang harus sering dibasah, dibasahi ya. Asal tahu saja, TPA Jatiwaringin itu tingginya sampah sudah setara dengan gedung tujuh lantai, jadi kita doakan ini tidak berlarut-larut," ucapnya.

Andra menuturkan berdasarkan perkiraan BMKG, suhu udara dalam 30 tahun terakhir ini merupakan yang paling panas dengan durasi musim panas terpanjang. Faktor cuaca terik ditambah hembusan angin kencang membuat kobaran api cepat menyebar dan memperluas area kebakaran di TPA Jatiwaringin.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Tangerang tetap mengoprasikan TPA Jatiwaringin sebagai lokasi pembuangan sampah walaupun kebakaran belum juga padam. Bahkan, titik apai kian meluas hingga mencapai 15 hektar.

"Oh, masih (buang sampah, Red). Jadi semalam juga sudah banyak antrean, sampai jam 02.00 WIB gitu ya. Antrean truk sampah kita tempatkan di lokasi yang masih kosong," ujar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Kamis 2 Juli 2026.

Maesyal mengaku kebetulan ada lahan untuk parkir, karena truk-truk sampah tidak bisa masuk langsung ke TPA Jatiwaringin. "Jadi ada lahan yang bisa kita manfaatkan untuk sementara ditampung bagi sampah-sampah yang baru datang melalui dump truck tersebut," ucapnya.

Menurut Maesyal, pengalokasian itu supaya tidak terlalu crowded dijalan-jalan yang ada diwilayah TPA Jatiwaringin. "Tetap kita operasikan, dari pada sampah menumpuk dijalan-jalan," kata dia.

Dia menegaskan volume sampah yang dikirim ke TPA Jatiwaringin masih berada dalam kondisi normal, yakni sekitar 1.200 ton per hari. "Kalau dari volumesih masih tetap normal. Lebih kurang sekitar 1.200 ton yang kita angkut ke sini," ujar Maesyal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....