BMKG: Hujan Buatan Sulit Dilakukan Atasi Kebakaran di Tangerang
- 02 Jul 2026 05:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) TPA Jatiwaringin sulit dilakukan
- Lantaran, dalam waktu dekat potensi pertumbuhan awan diprakirakan rendah
RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan operasi hujan buatan sulit dilakukan untuk mengatasi kebakaran di Tangerang. Hujan buatan diharapkan bisa mengatasi kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Kesulitan yang dihadapi adalah karena potensi pertumbuhan awan masih sangat rendah di awal bulan Juli. Karena sedikitnya awan yang ada maka hujan buatan yang dikenal dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sulit dilakukan. .
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, Hartanto menyampaikan potensi pertumbuhan awan Juli 2026, masih dalam kondisi rendah. Dengan rendahnya pertumbuhan awan, operasi penanggulangan kebakaran melalui skema TMC masih jauh dari hujan masif.
"Sampai beberapa hari ke depan peluangnya masih kecil. Sehingga dilakukan upaya lain untuk pemadaman di lokasi," ujarnya, Rabu 1 Juli 20226.
"Alternatifnya ya dengan cara lain. Melalui penyiraman secara konvensional dan "water bombing" dari helikopter," katanya.
Hartanto menjelaskan berdasarkan hasil monitoring kondisi atmosfer cuaca, potensi hujan masih rendah dalam beberapa. Namun, kondisi tersebut akan terus dimonitor secara rutin setiap hari.
Jika terjadi pertumbuhan awan meningkat akan segera dilakukan modifikasi cuaca hujan buatan. Pertumbuhan awan diperkirakan belum akan meningkat pada awam bulan juli.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menerjunkan dua unit helikopter "waterbombing". Helikoper itu untuk memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi pada BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan menyampaikan dua helikopter diambil dari Jambi. Dua helikopter itu jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834.
Salah satu helikopter yang dikerahkan memiliki kapasitas angkut hingga 4.000 liter untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api. "Ini sudah ada di Bandara Pondok Cabe dan yang satu lagi sebentar lagi nyampe perjalanan dari Jambi," ujarnya, Rabu 1 Juli 2026.
TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang terbakar sejak Selasa siang 30 Juni 2026. Kebakaran makin meluas diperkirakan hingga 15 hektar karena cuaca kering dan angin kencang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....