BPBD Tangerang Duga Gas Metana Pemicu Kebakaran TPA Jatiwaringin

  • 30 Jun 2026 19:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin diduga akibat timbulan gas metana (senyawa hidrokarbon yang mudah terbakar) pleh cuaca panas ekstrim
  • Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik

RRI.CO.ID, Tangerang - Penyebab Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin diduga akibat timbulan gas metana (senyawa hidrokarbon yang mudah terbakar) oleh cuaca panas ekstrim. Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik.

"Berdasarkan informasi awal mula kejadian diduga disebabkan oleh timbulan gas metana yang terbakar akibat cuaca panas ekstrim melanda wilayah tersebut. Lama-lama inikan menjadi api dan terus-menerus akan merambat ke lokasi-lokasi yang lain," ujar Taufik, Selasa 30 Juni 2026.

Taufik mengatakan, kebakaran TPA Jatiwaringin meluas hingga dua hektar. Ia mengupayakan bantuan dari Bandan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan kebakaran.

"Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB. Sambil kondisi minta laporan-lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin," kata Taufik.

Ia mengatakan, upaya pengusulan bantuan kepada BNPB ini dilakukan sebagai percepatan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin. Mengingat, saat ini pihaknya masih mengalami kendala teknis terkait kondisi akses pemadaman yang dinilai sulit dijangkau oleh petugas pemadam.

"Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala jadi kami kesulitan untuk menjangkau ke atas kendaraan. Sementara selang sudah cukup panjang juga tetapi memang karena pekatnya asap, kita susah mengakses ke titik lokasi," katanya, menjelaskan.

Menurutnya, melalui bantuan penanganan langsung dari BNPB dengan menerjunkan helikopter waterbombing atau helikopter bom air. Tentu dinilai akan efektif dalam mempercepat penanganan kedaruratan saat ini.

"Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api itu," ujarnya.

Ia memastikan, proses pemadaman api terus dioptimalkan dengan menurutnkan 10 unit kendaraan pemadam dengan 45 personel. Selain itu, dengan akses yang sulit, tim pemadam juga tengah melangsungkan penyemprotan air ke titik-titik lokasi api yang dinilai masih dalam kondisi cukup besar.

"Sumber air relatif bisa dijangkau dan aman. Walaupun jalannya agak kecil, tapi masih bisa kita akses," ucapnya.

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang menerjunkan tim medis mengantisipasi warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin. Hembusan angin cukup kencang hingga menggiring kepulan asap dan sampah yang bertentangan ke kawasan pemukiman.

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan, sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah kini terus menambah bantuan unit pemadam kebakaran dengan menerjunkan sembilan kendaraan dan 45 personel. Kemudian, untuk menjamin keamanan dari kegiatan petugas dan lingkungan sekitar pihaknya juga menerjunkan tim medis dari Puskesmas Kecamatan Mauk.

"Ini kita sudah koordinasi dengan camat dan Puskesmas setempat (Rajeg dan Mauk). Petugas medis sudah disiapkan, kita antisipasi apabila warga ada yang kena dampak dari asap ini," kata Ujat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....