PPATK: Bekasi Utara Rangking Lima Kecamatan dengan Aktivitas Judol Tertinggi
- 30 Jun 2026 11:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kecamatan Bekasi Utara tercatat sebagai kecamatan nomor lima dengan aktivitas judi online (judol) tertinggi di Indonesia sepanjang 2025.
- Berdasarkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat ada 7.793 pemain judi online di kecamatan, tersebut.
RRI.CO.ID, Kota Bekasi- Kecamatan Bekasi Utara tercatat sebagai kecamatan nomor lima dengan aktivitas judi online (judol) tertinggi di Indonesia sepanjang 2025. Berdasarkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat ada 7.793 pemain judi online di kecamatan, tersebut.
Sedangkan kecamatan paling banyak aktivitas judi online yaitu Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dengan jumlah pemain sebanyak 21.497 orang. Kecamatan Posisi kedua ditempati Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dengan 14.664 pemain, disusul Kecamatan Tanjung Priok dengan 13.769 pemain.
Sementara Kecamatan Kebayoran Lama di Jakarta Selatan duduk di posisi ke empat dengan 9.948 pemain. Atau satu tingkat di atas Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
“Data PPATK tahun 2025 menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas judi online di sejumlah wilayah. Sedangkan Jabodetabek menjadi salah satu klaster terbesar secara nasional,” kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, melalui keteranganya, Selasa, 30 Juni 2026.
PPATK juga menemukan bahwa kelompok usia produktif mendominasi pemain judi online. Kelompok usia 20–30 tahun mencatat prevalensi tertinggi, disusul kelompok usia 31–40 tahun.
"Kelompok usia produktif menjadi kelompok paling rentan terpapar judi online. Padahal mereka adalah motor ekonomi," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe meminta Camat dan Lurah bergerak. Ia meminta agar mencari 7.793 orang pemain judi online di Kecamatan Bekasi Utara, sebagai kecamatan paling banyak penduduknya di Kota Bekasi.
"Kita instruksikan Camat untuk turun mencari nama-nama pemain judi online. Nanti kita kumpulkan agar kita lakukan pembinaan kepada mereka," ujarnya, menanggapi temuan PPATK.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....