Ketua AMALI: Ma'had Aly DDI Mangkoso Sukses Cetak Ulama Bertaraf Internasional
- 29 Jun 2026 15:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Para wisudawan diminta agar memaknai kelulusan sebagai awal pengabdian, bukan merupakan akhir proses belajar.
- Ma'had Aly DDI Mangkoso dinilai berhasil membuktikan bahwa pesantren mampu mencetak kader ulama bertaraf internasional tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan Islam.
- Keberhasilan Ma'had Aly DDI Mangkoso tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan dari kualitas sistem kaderisasi ulama yang dibangun secara konsisten hingga memperoleh pengakuan internasional.
RRI.CO.ID, Barru - Ma'had Aly DDI Mangkoso dinilai berhasil membuktikan bahwa pesantren mampu mencetak kader ulama bertaraf internasional tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan Islam. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Ma'had Aly Indonesia, KH. Nur Salikin, saat memberikan sambutan pada Wisuda Angkatan VII Ma'had Aly DDI Mangkoso yang digelar di Barru, Minggu 28 Juni 2026.
Menurut Nur Salikin, keberhasilan Ma'had Aly DDI Mangkoso tidak hanya diukur dari jumlah lulusan. Melainkan dari kualitas sistem kaderisasi ulama yang dibangun secara konsisten hingga memperoleh pengakuan internasional.
"Ma'had Aly DDI Mangkoso telah menunjukkan kepada kita bahwa pesantren Indonesia mampu mencetak kader ulama bertaraf internasional. Kader yang kokoh menguasai khazanah turats, tetapi juga mampu berdialog dengan dunia akademik internasional tanpa kehilangan identitas pesantrennya," ujarnya.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh nasional maupun daerah, di antaranya Andi Ina Kartika Sari, Syaharuddin Alrif, dan Basnang Said. Serta para masyayikh, pimpinan pesantren, dosen, alumni, dan orang tua mahasantri.
Nur Salikin menilai, di tengah perubahan zaman, Indonesia membutuhkan lebih banyak lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren yang mampu memadukan kedalaman ilmu agama, penguasaan bahasa asing, dan jejaring akademik global.
Ia mengatakan pesantren tidak lagi cukup hanya melahirkan ulama yang mampu membaca kitab, tetapi juga harus mampu menjawab persoalan umat, berdialog dengan perkembangan zaman. Serta tetap berpegang pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
Ma'had Aly DDI Mangkoso yang berdiri sejak 2013 mengembangkan program takhaṣṣuṣ Fikih dan Ushul Fikih dengan konsentrasi Fiqh al-Nawāzil. Yakni, kajian fikih terhadap berbagai persoalan kontemporer.
Lembaga tersebut juga memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya memberikan beasiswa penuh kepada seluruh mahasantri, menerapkan sistem double degree dengan Al-Azhar University. Serta menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran.
Selain itu, Ma'had Aly DDI Mangkoso menjadi satu-satunya Ma'had Aly di Indonesia yang memperoleh mu'adalah atau penyetaraan jenjang M1 dengan program Sarjana (S1) Kulliyah al-'Ulum al-Islamiyyah Al-Azhar University Kairo. Pada semester akhir, mahasantri diwajibkan menyusun risalah ilmiah berbahasa Arab di bawah bimbingan para masyayikh Al-Azhar dan mempertahankannya melalui munaqasyah berbahasa Arab dengan melibatkan penguji dari dalam maupun luar negeri secara virtual.
Atas capaian tersebut, pada 2026 Ma'had Aly DDI Mangkoso meraih predikat Akreditasi Mumtaz (Unggul) dari Majelis Masyayikh. Nur Salikin menegaskan, capaian akademik tersebut membuktikan pendidikan tinggi pesantren mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan karakter khasnya.
"Kita tidak sedang memilih antara tradisi atau modernitas. Pesantren harus mampu memadukan keduanya. Turats tetap menjadi fondasi, sementara jejaring internasional menjadi jembatan untuk memperluas kontribusi ulama Indonesia di tingkat dunia," katanya.
Ia juga berpesan kepada para wisudawan agar memaknai kelulusan sebagai awal pengabdian. Menurutnya, titik ini bukan merupakan akhir proses belajar.
"Wisuda bukan garis akhir. Hari ini kalian menerima ijazah, tetapi sesungguhnya yang lebih besar adalah menerima amanah. Masyarakat tidak hanya menunggu kecerdasan kalian, tetapi juga keteladanan, keikhlasan, dan keberanian untuk melayani umat," ujarnya.
Prosesi wisuda ditutup dengan doa bersama dan pengukuhan para lulusan sebagai kader ulama yang diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan para masyayikh DDI. Khususnya, dalam mengembangkan pendidikan Islam, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....