Cerita Pemuda Jebolan Pesantren Bercita-Cita Jadi Bos Pizza di Italia
- 13 Jun 2026 21:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fadil, salah satu koki muda tampak sibuk menyiapkan adonan pizza dengan gerakan cepat, rapi, dan terukur
- Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, pizza mulai dikenal luas di Indonesia pada era 1980-an
- Nilai perdagangan Indonesia dan Italia pada tahun 2024 tercatat mencapai sekitar 3,9 miliar dolar Amerika Serikat
KOTA Malang, Jawa Timur, mulai diselimuti mendung tepatnya dari kawasan Kayutangan sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu, 13 Juni 2026. Langit yang perlahan gelap menghadirkan suasana tenang di tengah ramainya area wisata kuliner pusat kota tersebut.
Di sudut perempatan jalan, sebuah kafe tampak mencolok dengan bangunan megah berwarna dominan putih. Nuansa Timur Tengah langsung terasa begitu memasuki ruangan, menghadirkan suasana hangat bagi pengunjung dari berbagai latar belakang.
Anak muda, keluarga, hingga wisatawan mancanegara terlihat memenuhi setiap sudut ruang kafe yang terus ramai sejak siang hari. Meski pengunjung datang silih berganti, pelayanan tetap berjalan ramah dan hangat kepada semua tamu tanpa membedakan asal.

Di lantai dua, dapur transparan menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan makanan. Aktivitas koki terlihat jelas dari ruang makan, menghadirkan pengalaman unik seperti menyaksikan dapur dari balik kaca.
Fadil, salah satu koki muda tampak sibuk menyiapkan adonan pizza dengan gerakan cepat, rapi, dan terukur. Ia membentuk adonan, menambahkan susu, mozzarella, serta topping daging sebelum masuk ke proses pemanggangan.
Sesekali Fadil melayani ramah pertanyaan pengunjung yang mendekat, sambil tetap fokus menjaga proses pembuatan pizza tetap berjalan. Sementara itu, kebersihan dapur terlihat sangat terjaga, mencerminkan standar kerja yang disiplin di balik setiap sajian yang disajikan.
Di sela kesibukannya, Fadil menceritakan, dirinya merupakan lulusan salah satu pesantren di Kota Malang. Ia mengaku sudah terbiasa memasak sejak masih menempuh pendidikan dan mulai menekuni dunia kuliner secara serius.
"Dulu sekolah pesantren di Malang. Waktu masih di pesantren juga terkadang masak," kata Fadil saat ditanya apakah bersekolah di jurusan tata boga.
Fadil juga pernah bekerja di restoran pizza sebelum akhirnya bergabung di tempatnya bekerja saat ini. Kemudian, Ia mendapatkan pelatihan intensif selama satu bulan sebelum dipercaya menangani proses pembuatan pizza secara mandiri.
Dengan senyum ringan, Fadil mengungkapkan, cita-citanya untuk memiliki usaha pizza sendiri hingga bisa berkembang di Italia. Impian itu menjadi motivasi baginya untuk terus belajar, berlatih, dan mengasah kemampuan di dunia kuliner yang digelutinya.
"Iya ingin ke Italia. Di sana ingin punya usaha pizza sendiri," ucapnya, optimis.
Perjalanan singkat di kafe ini menghadirkan kisah sederhana tentang kerja keras, mimpi, dan harapan seorang pemuda. Dari dapur kaca di Kayutangan, aroma pizza menjadi saksi lahirnya tekad untuk melangkah lebih jauh ke masa depan.
Jejak Pizza dari Italia ke Indonesia
Pizza merupakan salah satu makanan paling populer di dunia yang berasal dari Italia, tepatnya dari kota Naples. Hidangan ini awalnya dikenal sebagai makanan sederhana masyarakat setempat berupa roti pipih dengan topping tomat dan rempah.
Melansir dari UNESCO, seni pembuatan pizza Neapolitan bahkan telah diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia. Pengakuan tersebut menegaskan bahwa pizza bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya Italia.
Seiring perkembangan waktu, pizza kemudian menyebar ke berbagai negara dan menjadi salah satu ikon kuliner global. Perubahan gaya hidup dan mobilitas masyarakat dunia turut mempercepat penyebaran makanan ini ke berbagai benua.
Mengutip Food and Agriculture Organization (FAO) PBB, migrasi masyarakat Italia pada abad ke-19 berperan besar dalam penyebaran pizza. Di Amerika Serikat, pizza kemudian mengalami inovasi bentuk, ukuran, hingga variasi topping yang lebih beragam.
Dari Amerika, pizza berkembang menjadi makanan modern yang fleksibel dan dapat menyesuaikan selera masyarakat lokal. Transformasi ini membuat pizza tidak lagi terbatas sebagai makanan khas Italia, tetapi kuliner dunia yang terus beradaptasi.
Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, pizza mulai dikenal luas di Indonesia pada era 1980-an. Kehadiran restoran internasional menjadi pintu masuk utama yang memperkenalkan pizza kepada masyarakat Indonesia.
Seiring waktu, pizza di Indonesia mengalami penyesuaian rasa dengan selera lokal yang lebih beragam dan kuat. Topping seperti ayam, sosis, hingga cita rasa pedas menjadi variasi yang paling banyak diminati masyarakat.
Adaptasi tersebut membuat pizza semakin mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda di perkotaan. Kini pizza tidak hanya menjadi makanan asing, tetapi juga bagian dari gaya hidup kuliner masyarakat Indonesia.
Sekilas Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Italia
Pemerintah Indonesia dan Italia menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis di bidang perdagangan dan investasi secara berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Wakil Menteri Luar Negeri Italia Maria Tripodi di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026, lalu.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama pada sektor industri, energi, pertahanan, teknologi, dan ketahanan maritim kedua negara. Seluruh sektor itu dipandang memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Italia ke depan.
Nilai perdagangan Indonesia dan Italia pada tahun 2024 tercatat mencapai sekitar 3,9 miliar dolar Amerika Serikat. Sementara itu, periode Januari hingga September 2025 mencatat kinerja perdagangan sebesar 3,289 miliar dolar.
Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas perkembangan perdagangan bilateral kedua negara yang menunjukkan tren positif dan menjanjikan berkelanjutan. “Saya ingin menyampaikan apresiasi atas perkembangan perdagangan bilateral kedua negara," ujar Menko Airlangga dikutip dalam laman, elon.go.id, Sabtu, 13 Juni 2026.
Wakil Menteri Luar Negeri Italia Maria Tripodi menyatakan, Indonesia sebagai mitra penting dengan posisi strategis di kawasan Asia Tenggara.
“Indonesia adalah partner ekonomi dan perdagangan penting bagi Italia," kata Maria Tripodi.
Pertemuan kedua negara menegaskan komitmen bersama memperkuat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak. Wamenlu Italia menyatakan dukungan terhadap berbagai proposal kerja sama Indonesia baik bilateral maupun melalui Uni Eropa secara konstruktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....