Menhub Siapkan Pemisahan Angkutan Logistik dan Penumpang di Ketapang-Gilimanuk
- 27 Jun 2026 22:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah akan menerapkan pemisahan layanan angkutan logistik dan penumpang di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk.
- Hal ini dilakukan sebagai langkah mengatasi kemacetan dan meningkatkan kelancaran operasional.
- Pemerintah menargetkan penerapan sistem baru itu paling lambat sebelum masa angkutan Lebaran 2027.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah akan menerapkan pemisahan layanan angkutan logistik dan penumpang di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk. Hal ini dilakukan sebagai langkah mengatasi kemacetan dan meningkatkan kelancaran operasional.
Menurut Dudy, pola tersebut akan mengadopsi sistem yang telah diterapkan di lintasan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni. Di mana layanan angkutan barang dan penumpang dipisahkan agar tidak menumpuk di satu pelabuhan.
"Jadi kita ingin memisahkan layanan angkutan barang dan orang seperti yang kita lakukan di Merak-Bakauheni, kita akan lakukan di Ketapang-Gilimanuk," kata Dudy di Jakarta, Sabtu 27 Juni 2026. Ia menjelaskan pemerintah telah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Pelindo, serta berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan fasilitas di Pelabuhan Celukan Bawang yang direncanakan menjadi pusat layanan angkutan logistik. Dengan skema tersebut, arus kendaraan logistik akan dipisahkan dari kendaraan penumpang sehingga beban operasional di Pelabuhan Gilimanuk dapat berkurang dan antrean kendaraan diharapkan semakin terkendali.
Pemerintah menargetkan penerapan sistem baru itu paling lambat sebelum masa angkutan Lebaran 2027. Kementerian Perhubungan menilai kesiapan infrastruktur harus diprioritaskan menghadapi musim mudik, mengingat lonjakan penumpang saat Lebaran jauh lebih besar dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru.
Dudy juga menjelaskan bahwa kemacetan yang terjadi belakangan dipicu oleh kerusakan Dermaga Bulusan. Sehingga sebagian layanan penyeberangan dialihkan ke dermaga milik PT ASDP Indonesia Ferry.
Pengalihan tersebut membuat kapasitas dermaga ASDP menjadi terbebani, terutama karena harus melayani truk-truk logistik bertonase besar yang sebelumnya menggunakan Dermaga Bulusan. Kondisi itu diperparah dengan berkurangnya kapasitas angkut akibat gangguan pada salah satu operator kapal sehingga jumlah armada yang beroperasi tidak maksimal.
Kementerian Perhubungan telah meminta PT ASDP Indonesia Ferry berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Agar perbaikan Dermaga Bulusan dapat segera diselesaikan sehingga kembali beroperasi.
"Kita berharap perbaikan Dermaga Bulusan dapat segera dilakukan. Sehingga saat nanti Natal dan Tahun Baru maupun Lebaran, itu tidak menjadi hambatan dalam penyeberangan dari Ketapang maupun Gilimanuk maupun sebaliknya," ujar Dudy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....