ASDP Perkuat Penanganan Kepadatan Kendaraan di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

  • 04 Apr 2026 06:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons peningkatan arus kendaraan di penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk. Khususnya, truk logistik, melalui langkah taktis dan kolaboratif lintas sektor.
  • Sekretaris Perusahaan ASDP, Windy Andale, menyampaikan, saat ini pihaknya mengedepankan penanganan terintegrasi. Guna menjaga kelancaran penyeberangan di lintasan tersebut.

RRI.CO.ID, Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons peningkatan arus kendaraan di penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk. Khususnya, truk logistik, melalui langkah taktis dan kolaboratif lintas sektor.

Sekretaris Perusahaan ASDP, Windy Andale, menyampaikan, saat ini pihaknya mengedepankan penanganan terintegrasi. Guna menjaga kelancaran penyeberangan di lintasan tersebut.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan. Agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” ujar Windy dalam keterangannya, di Banyuwangi, Jumat, 3 April 2026.

Dalam area pelabuhan, percepatan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur. Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang seperti roda dua, roda empat, dan bus, sedangkan dermaga 4 serta LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik.

“Skema ini efektif mengurangi mixing conflict. Sehingga proses bongkar muat kapal menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien,” kata Windy.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan optimalisasi operasional juga dilakukan. Di antaranya, melalui penguatan ritme layanan kapal serta kesiapan fasilitas pendukung.

“Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah. Fokus kami mempercepat waktu bongkar muat kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” ujarnya.

Pengendalian volume kendaraan turut diperkuat melalui optimalisasi buffer zone. Area Pusri difungsikan khusus menampung hingga 150 truk sumbu tiga.

Sementara buffer zone Bulusan disebut mampu menampung sekitar 600 unit truk campuran. “Langkah ini menjaga agar kepadatan tidak langsung terakumulasi di dalam kawasan pelabuhan,” kata Arief.

Hingga Jumat (3/4), antrean kendaraan dari arah utara Situbondo–Banyuwangi terpantau mencapai sekitar 7 Km dari pintu masuk pelabuhan dan didominasi kendaraan logistik menuju Bali. Meski demikian, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak dengan waktu tempuh sekitar 20–35 menit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....