BPBD OKU Bentuk Tim Reaksi Cepat Karhutla, Sebar 300 Personel ke 13 Kecamatan

  • 26 Jun 2026 22:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC).
  • Kepala BPBD OKU Januar Efendi di Baturaja, mengatakan pembentukan TRC dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan agar potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
  • Sebanyak 300 personel disiagakan dan disebar ke 13 kecamatan di Kabupaten OKU.

RRI.CO.ID, Baturaja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC). Guna mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau tahun ini.

Kepala BPBD OKU Januar Efendi di Baturaja, mengatakan pembentukan TRC dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan agar potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas. "TRC yang dibentuk terdiri atas personel BPBD OKU, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya di lingkungan pemerintah daerah," ujarnya, Jumat 25 Juni 2026.

Sebanyak 300 personel disiagakan dan disebar ke 13 kecamatan di Kabupaten OKU. Pengawasan diprioritaskan di lima kecamatan yang memiliki kawasan hutan dan lahan terluas, yakni Kecamatan Lengkiti, Lubuk Batang, Semidang Aji, Peninjauan, dan Sinar Peninjauan.

Menurut Januar, tim tersebut akan bertugas melakukan pemadaman karhutla, penyelamatan, hingga evakuasi masyarakat apabila terjadi bencana kabut asap. Ia berharap keberadaan TRC di lapangan mampu mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Selain membentuk TRC, BPBD OKU juga telah menyiapkan berbagai peralatan pendukung penanggulangan karhutla. Seperti mesin pompa air, selang, mesin chainsaw, baju antisipasi api, tabung oksigen, masker antipolusi, portable water tank, serta enam unit mobil suplai air untuk mendukung operasi pemadaman.

BPBD juga mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA). Terutama di wilayah yang dipetakan rawan mengalami karhutla selama musim kemarau.

"Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB), seluruh 13 kecamatan di OKU masuk kategori kerentanan sedang terhadap karhutla. Namun, lima kecamatan tersebut menjadi prioritas pengawasan tim di lapangan," kata Januar Efendi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....