Pemkab Bekasi Rangkul Puluhan Pengusaha Ikut Program UMKM Naik Kelas
- 25 Jun 2026 23:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 52 UMKM di Kabupaten Bekasi mengikuti program UMKM Naik Kelas 2026.
- Peserta program UMKM Naik Kelas merupakan UMKM pilihan yang telah mengikuti tahap kurasi panitia.
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Pemkab Bekasi mengajak sebanyak 52 UMKM di Kabupaten Bekasi untuk ikut dalam program UMKM Naik Kelas 2026. Dengan ikut dalam program tersebut omzet UMKM ditargetkan bisa naik signifikan dari sebelumnya.
Program UMKM Naik Kelas Tahun 2026 dimulai dengan tahapan Kick Off. Serta Kurasi Kemitraan Bisnis UMKM dengan PT Indomarco Prismatama Tbk dan PT Victory Retailindo Tbk.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis, 25 Juni 2026. Dan dihadiri perwakilan Pemkab Bekasi dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop) Kabupaten Bekasi.
Menurut Koordinator Pendamping UMKM Naik Kelas Kabupaten Bekasi, Yusup Junaedi menjelaskan Program UMKM Naik Kelas merupakan program pendampingan. Program ini dilaksanakan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat di seluruh kabupaten kota di Jawa Barat.
Untuk Kabupaten Bekasi, tahun 2026 ini sebanyak 52 UMKM terpilih yang telah melalui proses seleksi dan kurasi dari berbagai sektor usaha. Mulai dari makanan dan minuman hingga berbagai sektor riil lainnya yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang.
“Untuk Kabupaten Bekasi sendiri terdapat 52 UMKM dampingan yang telah kami seleksi dan kurasi. Jenis usahanya beragam, mulai dari makanan dan minuman, jasa, fesyen hingga kosmetik,” katanya, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia mengatakan, pada tahun ini pendampingan difokuskan kepada 52 UMKM saja yang memenuhi sejumlah kriteria. Antara lain memiliki omzet, legalitas usaha, serta visi pengembangan bisnis yang baik.
“UMKM yang mengikuti program pendampingan ini, kami persyaratan minimal omzet UMKM Rp100 juta per tahun. Target kami dalam beberapa tahun ke depan, omzet mereka bisa meningkat hingga mencapai Rp2 miliar," katanya.
Pihaknya mengatakan, program ini juga menghadirkan pelatihan pemasaran digital melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk perguruan tinggi dan perusahaan jasa logistik seperti JNE
“Kami berkolaborasi dengan kampus dengan sponsor dari JNE. Dari JNE menyediakan pelatihan berupa digital marketing. Sedangkan kampus sudah menyiapkan program pendampingan langsung ke UMKMnya,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Hasan Basri, mengatakan, program UMKM naik kelas merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah. Yakni dalam rangka menghadirkan ekosistem usaha yang lebih kuat dan produktif.
“Melalui program ini, para pelaku UMKM akan didorong untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, memperoleh sertifikasi halal. Dan standardisasi produk, memperbaiki kemasan, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas akses pasar,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....