Petani di Bekasi Panen Lebih Awal karena Lahan Kering
- 31 Jul 2026 01:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Musim kemarau di Kabupaten Bekasi berdampak pada kekeringan lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bekasi.
- Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi luas lahan pertanian terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi mencapai 3.002 hektare.
- Lahan pertanian yang mengalami kekeringan menyebar di 52 desa dan 15 Kecamatan di Kabupaten Bekasi.
RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Para petani di Kabupaten Bekasi memanen padi lebih awal dari jadwal semestinya. Langkah ini dilakukan agar tidak mengalami kerugian lebih besar akibat tanah yang telah kering.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat ribuan hektar lahan pertanian mengalami kekeringan. Hal ini terjadi seiring datangnya musim kemarau panjang yang melanda Indonesia.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi lahan pertanian yang mengalami kekeringan menyebar di seluruh wilayah kabupaten. Kekeringan terdapat di 52 desa, 15 kecamatan dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi meliputi lebih dari 3.000 hektar.
Menurut Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi kekeringan pada lahan pertanian dipicu krisis air pada saluran irigasi. Hal ini memaksa sebagian petani memanen padi lebih awal untuk mengurangi kerugian materi.
Panen padi lebih awal biasanya dllakukan pada saat situasi buruk misalnya bencana alam, kekeringan atau serangan hama. Padi yang dipanen lebih awal memang tidak maksimal dan harga juga jatuh namun bisa mengurangi kerugian lebih besar.
Sub Koordinator Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dodo Hadi Triwardoyo mengatakan langkah mitigasi tengah disiapkan. Mitigasi dilakukan agar dapat menekan dampak kekeringan
"Kami menerbitkan surat imbauan kepada petani agar meningkatkan kewaspadaan musim kemarau. Kami juga memetakan wilayah rawan kekeringan," katanya.
Dinas Pertanian juga mendata ketersediaan pompa maupun sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi darurat,. Pernyataan Dinas Pertanian itu dikeluarkan dalam keteranganya, Kamis, 30 Juli 2026.
Pemkab Bekasi juga telah menyiapkan bantuan melalui skema program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi ini untuk perlindungan seluas 1.500 hektare guna mengurangi risiko kerugian petani akibat bencana kekeringan.
Pihaknya juga mengimbau petani di daerah berstatus sulit air agar beralih menanam hortikultura. Jenis tanaman hortikultura membutuhkan pasokan air lebih sedikit dari pada padi.
"Kami berharap langkah-langkah tersebut dapat mengurangi dampak kekeringan. Langkh ini juga untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau berlangsung secara optimal," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....