Semeru Erupsi Lima Kali, Letusan Tertinggi Capai 1,2 Kilometer

  • 25 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami lima kali erupsi pada Kamis (25/6/2026)
  • Letusan tertinggi mencapai 1,2 kilometer di atas puncak
  • Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi terbesar terjadi pada pukul 09.24 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1,2 kilometer di atas puncak

RRI.CO.ID, Lumajang - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami lima kali erupsi pada Kamis (25/6/2026). Letusan tertinggi mencapai 1,2 kilometer di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi terbesar terjadi pada pukul 09.24 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1,2 kilometer di atas puncak. Atau mencapai 4.876 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu. Ini dengan intensitas sedang mengarah ke selatan," kata Liswanto, Kamis, 25 Juni 2026.

Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas erupsi dimulai pada pukul 05.44 WIB. Ini dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak.

Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 06.36 WIB dengan tinggi kolom 900 meter, pukul 06.51 WIB setinggi 600 meter, pukul 07.32 WIB setinggi 700 meter. Dan pukul 09.24 WIB menjadi letusan tertinggi dengan kolom abu mencapai 1,2 kilometer.

Liswanto menjelaskan, hingga saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar kawasan tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak Sungai Besuk Kobokan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....