Pemprov Jabar Optimistis Produksi Padi 2026 di atas Tahun Sebelumnya

  • 25 Jun 2026 07:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemarau panjang yang diprediksi melanda Jawa Barat pada tahun ini diprediksi tidak akan mempengaruhi produksi padi di wilayah tersebut.

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) merasa optimistis produksi padi di wilayahnya pada 2026 bisa melebihi tahun sebelumnya. Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih kering dan lama.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar, Dadan Hidayat, memproyeksikan produksi padi sawah dan ladang di wilayahnya. Menurut dia, gabah kering giling yang dihasilkan pada tahun ini diperkirakan mencapai 10,226 juta ton.

Untuk mencapai hal tersebut, Dadan mengatakan pihaknya telah menyusun sejumlah strategi. Di antaranya penggunaan benih yang toleran terhadap kekeringan lahan seperti Inpago 4, Inpago 11 Agritan, atau Inpari 32.

“Kami menyiapkan bantuan benih bersertifikat untuk komoditas padi dan jagung,” ujarnya, Rabu 24 Juni 2026. Salah satu peruntukannya adalah untuk petani yang terdampak bencana kekeringan.

Selain menggunakan benih toleran kekeringan, petani juga diimbau mengoptimalkan sarana pengairan yang sudah tersedia seperti pompa air. “Kami mengimbau petani untuk menggunakan air secara efisien,” ujar Dadan.

Menurut dia, penanganan kekeringan saat musim kemarau akan dilakukan Pemprov Jabar dengan membuat pipa saluran air ke sawah. Selain itu dilakukan pembuatan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier untuk menghindari kekurangan air saat kemarau.

Sarana prasarana pertanian lain juga bakal disiapkan seperti pembuatan embung, sumur dangkal, dan sumur dalam. Tak hanya itu, Pemprov Jabar juga akan menyediakan sarana pompanisasi dan irigasi perpompaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....