Jaga Produksi Pangan, Kementan Tanam Padi Serentak di 25 Provinsi

  • 03 Mei 2026 07:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementan mengakselerasi gerakan tanam padi serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi.
  • “Gerakan tanam padi serentak yang dilaksanakan ini melibatkan 25 provinsi. Total luasan mencapai 50 ribu hektare.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi gerakan tanam padi serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi. Hal ini sebagai langkah cepat menjaga produksi pangan nasional sekaligus merespons ancaman musim kemarau dan percepatan pemulihan lahan terdampak bencana.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, mengatakan gerakan tanam serentak tersebut mencakup lahan optimalisasi (oplah), cetak sawah rakyat (CSR). Serta lahan terdampak bencana dengan titik utama kegiatan berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Gerakan tanam padi serentak yang dilaksanakan ini melibatkan 25 provinsi. Total luasan mencapai 50 ribu hektare,” ujar Idha dalam keterangan di Jakarta, Sabtu 2 Mei 2026.

Ia merinci, luasan tersebut terdiri dari lokasi oplah tahun 2024 seluas 20.000 hektare, oplah tahun 2025 seluas 23.000 hektare, CSR tahun 2025 seluas 5.000 hektare. Serta rehabilitasi lahan terdampak bencana seluas 2.026 hektare.

Menurutnya, percepatan tanam harus terus dijaga melalui pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang telah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal.

Idha menambahkan, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan tanam di berbagai wilayah. Penggunaan rice transplanter, drone pertanian, dan teknologi pendukung lainnya dinilai mampu mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....