BNPB Intensifkan Penanganan Tanggul Laut Jebol akibat Banjir Rob di Pati

  • 22 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan darurat terhadap tanggul laut yang jebol
  • Ini akibat banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus diintensifkan oleh tim gabungan di lapangan
  • Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan peristiwa naik dan melimpasnya air laut ke daratan terjadi pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 16.25 WIB di Kecamatan Tayu

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan darurat terhadap tanggul laut yang jebol. Ini akibat banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus diintensifkan oleh tim gabungan di lapangan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan peristiwa naik dan melimpasnya air laut ke daratan terjadi pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 16.25 WIB di Kecamatan Tayu. "Kenaikan muka air laut yang disertai runtuhnya struktur tanggul penahan rob menyebabkan genangan di kawasan permukiman warga dan area tambak di sekitarnya," kata Abdul Muhari, Senin, 22 Juni 2026.

Berdasarkan hasil kaji cepat, genangan rob saat ini terkonsentrasi di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, dengan jumlah warga terdampak mencapai 127 kepala keluarga (KK). Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat sebanyak 73 rumah warga terendam, sekitar 85 hektare lahan tambak produktif tergenang air laut.

Termasuk akses jalan desa sepanjang kurang lebih 2,3 kilometer sempat terganggu akibat limpasan rob. Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Pati telah menyalurkan bantuan logistik darurat serta mengalokasikan anggaran stimulus sebesar Rp60 juta untuk penanganan awal kerusakan tanggul laut.

Upaya penanganan juga diperkuat melalui dukungan material geotekstil dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, perbaikan bagian tanggul yang ambrol, pemasangan karung tanah (sandbag) di titik rawan. Serta pemasangan waring sebagai penanda batas area tambak.

BNPB memastikan genangan air laut di Desa Tunggulsari mulai berangsur surut dan tidak ada warga yang mengungsi. Namun, pemerintah daerah tetap menyiagakan balai desa dan polindes sebagai lokasi evakuasi sementara guna mengantisipasi potensi pasang susulan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....